Jakarta, Pahami.id —
kata Asisten Operasi Panglima TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan Angkatan Laut Indonesia perlu mempersiapkan sekitar 500 pelaut untuk menjadi awak kapal induk masa depan Indonesia Giuseppe Garibaldi.
“Pelautnya ada sekitar 500-an yang perlu mengendalikan personel. Mulai saat ini hingga tingkat perwira harus memiliki kompetensi khusus sebagai awak kapal induk,” kata Yayan dalam diskusi bertajuk Transisi Blue Water Indonesia: Mengapa Aset ASW/AAW Bernilai Tinggi Akan Menentukan Kredibilitasnya, Rabu (25/2).
Yayan melanjutkan, total awak kapal diperkirakan melebihi 500 orang karena belum termasuk awak non inti yang berada di luar awak navigasi dan penerbang.
Selain awak kapal, awak kapal juga harus menyediakan prasarana pendukung kapal induk, seperti tempat berlabuh dan persyaratan teknis lainnya yang harus ada di kapal.
Belum lagi kebutuhan logistik bagi awak kapal yang akan bertugas di kapal dalam jangka waktu lama.
“Bisa dibayangkan kalau docking di suatu tempat memerlukan dukungan logistik 500 awak kapal. Itu baru awak inti. Awak penerbangan, sistem penerbangan dan sebagainya,” kata Yayan.
Meski banyak persiapan yang harus dilakukan, Yayan yakin TNI Angkatan Laut siap memenuhi syarat operasional kapal induk secara maksimal. Hingga saat ini TNI AL masih menunggu proses akuisisi yang dilakukan di tingkat Kementerian Pertahanan dan pihak Italia serta Fincantieri sebagai galangan kapal.
(di antara)

