Site icon Pahami

Berita Tito Yakin Wilayah Sumbar Terdampak Banjir Pulih sebelum Ramadan

Berita Tito Yakin Wilayah Sumbar Terdampak Banjir Pulih sebelum Ramadan


Jakarta, Pahami.id

Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Tito Karnavian mengatakan pihaknya menargetkan wilayah tersebut Sumatera Barat mereka yang terdampak banjir dan longsor kembali normal seperti semula bulan Ramadhan.

“Kalau saya lihat itu, untuk Sumbar, saya yakin sekali, sebelum Ramadhan sudah kembali normal. Kuncinya hanya jalan raya. Jalan dan pengungsian, itu dua. Untuk Sumbar. Mudah-mudahan sebelum Ramadhan selesai,” kata Tito dalam konferensi pers usai rapat penanganan pascabencana Sumbar, di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta Pusat, Kamis (15/1).


Untuk wilayah Sumut, Tito mengatakan masih ada beberapa upaya yang perlu dilakukan, khususnya untuk beberapa wilayah yang terdampak parah, yakni wilayah Tapanuli Besar.

“Sumut paling besar di Kampung Garoga. Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Yang lainnya jalan. Jalan yang ada longsor kemudian ditutup. Begitu juga untuk pembersihan lumpur. Dan membantu pengungsi,” ujarnya.

Sedangkan untuk Aceh, kata Tito, ada kendala dalam penanganannya karena berada di dataran tinggi. Selain itu, terdapat kendala dalam pembersihan lumpur dan sungai yang tersumbat.

“Kalau Aceh beda dengan Aceh. Aceh di daerah pegunungan, stoknya semakin banyak. Dan jalan harus diperbaiki. Mumpung masih musim hujan, alat berat. siap“Itu dia,” kata Tito

“Dataran rendah, kunci utamanya membersihkan lumpur. Kalau lumpur sudah dibersihkan, sungai sudah dikeruk ya, lebih mudah pengelolaannya,” lanjutnya.

Tito mengatakan, penting untuk menambah pasukan dari TNI, Polri, dan sekolah dinas untuk membantu di lokasi bencana.

“Dan itu mungkin kalau ada tambahan prajurit, TNI, Polri, sekolah dinas, hanya 15.000. Ya 10.000, 15.000, 5.000. Hanya 15.000, saya pasti siap dalam dua minggu,” ujarnya.

Terkait perumahan tetap (Huntap) dan perumahan sementara (Huntara), Tito mengatakan, bantuan kerusakan rumah ringan dan sedang telah disalurkan kepada para korban. Sedangkan untuk kerusakan berat, solusi sementara adalah dengan menempatkan warga di tempat pengungsian.

“Kalau yang ringan dan sedang sudah dibayar, yang berat tinggal pindah ke shelter, lalu ada yang mendapat dana menunggu rumah. Artinya bisa tinggal di rumah keluarga atau kontrakan,” ujarnya.

“Nah, itu yang kita harapkan Mensos bisa menambah anggaran bencana dan anggaran nonbencana, sama dengan PKH untuk rumah tangga, ekonomi, dan furnitur. Kalau dibantu, cepat selesai,” lanjutnya.

(fra/fam/fra)



Exit mobile version