Site icon Pahami

Berita Titik Banjir Parah di Tangerang-Tangsel, Tinggi Air hingga 2,5 Meter

Berita Titik Banjir Parah di Tangerang-Tangsel, Tinggi Air hingga 2,5 Meter

Daftar isi



Tangsel, Pahami.id

Hujan deras yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya termasuk Tangerang dan Tangsel Selatan (Tangsel), Provinsi Banten menyebabkan genangan air atau banjir di beberapa titik.

Berikut rangkuman banjir di Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangsel pada Kamis (22/1) sore hingga Jumat (23/1) pagi tadi.

Tunggu sebentar

Banjir terpantau di Jalan Ceger Raya, Kecamatan Pondok Aren Tangsel menyebabkan jalan penghubung kota tersebut terputus.


Berdasarkan pantauan Kamis malam lalu, sekitar pukul 22.00 WIB, ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter sehingga menyebabkan jalan terputus. Terpantau banyak sepeda motor yang rusak karena berani mengarungi genangan air.

Surya, salah satu pengendara sepeda motor yang berprofesi sebagai ojek online, mengaku sepedanya mati total setelah melintasi genangan air yang ternyata jauh lebih dalam dari perkiraan.

“Saya berangkat dari Pondok Indah menuju Pondok Aren Puri Bintaro Hijau. Sepeda motor saya kebanjiran karena nekat menerobos banjir,” kata Surya di lokasi.

Ia mengira genangan air tersebut tidak terlalu tinggi, namun setelah memasuki kawasan banjir, airnya mencapai pinggang orang dewasa.

“Saya kira banjirnya tidak dalam, ternyata sedalam pinggang orang dewasa,” ujarnya.

Surya yang sedang mengantarkan paket ke kawasan Ciledug terjebak banjir parah di Jalan Ceger. Dia memperkirakan ketinggian air mencapai 50 sentimeter atau lebih.

“Airnya sekitar lima puluh sentimeter, bisa lebih,” ujarnya.

Ia berharap Pemkot Tangsel segera mengambil tindakan untuk mengatasi banjir, termasuk menambah ketinggian jalan yang kerap tergenang air setiap musim hujan.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa melakukannya angkat itu Jalan ini akan mencegah banjir lebih lanjut. “Biasanya tidak seburuk ini, banjir kali ini parah banget,” ujarnya.

Akibat banjir di Jalan Raya Ceger, pengendara kemudian diimbau mencari jalur alternatif.

Hujan deras yang mengguyur Kamis pagi hingga sore menyebabkan sekitar 200 rumah di Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, terendam banjir, Kamis malam (22/1). (CNNIndonesia/Fahrul)

Masih di wilayah Tangsel, dampak hujan deras yang turun sejak Kamis pagi hingga tadi malam, sedikitnya 200 rumah terendam di Perumahan Pondok Maharta, Kecamatan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren.

Ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Selain dipicu oleh hujan lebat, banjir juga terjadi akibat rusaknya beberapa sistem drainase di kawasan pemukiman.

Ditemui di lokasi, Kamis malam, Petugas BPBD Tangsel Iwan mengatakan, ketinggian air berpotensi meningkat jika hujan dengan intensitas tinggi terus berlanjut.

“Saat ini tinggi air 40 sentimeter. Insya Allah masih bisa naik karena intensitas hujan yang relatif deras,” ujarnya di lokasi (22/1).

Ia mengatakan, BPBD Tangsel telah melakukan upaya pengendalian sejak laporan pertama kali masuk.

“BPBD memindahkan warga ke beberapa pusat komunitas terdekat. Ada warga yang memilih berdiam diri di rumah, ada pula yang mengungsi di pusat komunitas,” jelasnya.

Hingga malam nanti, petugas BPBD masih memantau ketinggian air dan bersiap mengantisipasi jika situasi memburuk.

Kota Tangerang

Puluhan warga Kampung Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, terpaksa mengungsi ke Rumah Sembelih (RPH) setempat setelah rumahnya terendam air setinggi lebih dari 1,5 meter pada Kamis malam.

Banjir tersebut merendam ratusan rumah di tiga titik yakni RW 05, RW 06, dan RW 07.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga sekitar 180 sentimeter pada titik terendah.

Meluapnya Sungai Angke yang berada tak jauh dari pemukiman ditambah dengan curah hujan yang tinggi sepanjang hari menyebabkan air cepat masuk ke kawasan padat penduduk tersebut.

Salah satu warga, Rini, mengatakan keluarganya terpaksa mengungsi sejak Kamis sore karena air terus naik hingga merendam seluruh rumah.

“Setelah magrib, air setinggi dada lebih dari satu meter. Tempat tidur basah semua, sehingga kami sekeluarga pindah ke sini dulu karena rumah sudah tidak bisa ditempati lagi,” ujarnya di lokasi pengungsian RPH, Kamis malam.

Rini mengatakan, banjir kerap terjadi setiap kali terjadi hujan deras di wilayah tersebut, namun kali ini ketinggiannya lebih parah akibat meluapnya air sungai.

“Hujan sedikit saja bisa menyebabkan banjir, apalagi hujan deras ini ditambah dengan luapan sungai sehingga airnya tinggi sekali,” ujarnya.

Kecamatan Cipondoh, Marwan mengatakan, sekitar 350 KK terdampak banjir di kawasan Kampung Petir. Dari jumlah itu, tercatat 56 kepala keluarga mengungsi di tiga titik pengungsian, salah satunya di kawasan RPH.

“Saat ini ada sekitar 350 KK yang terdampak. Sekitar 56 KK direlokasi di tiga lokasi. Ketinggian air mencapai 150 sentimeter, menyusul hujan deras dan air dialirkan dari hulu Sungai Angke,” jelas Marwan di lokasi terdampak.

BPBD Kabupaten Tangerang menyatakan hingga Kamis (22/1) masih ada lima kecamatan yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai akibat curah hujan yang tinggi. (CNNIndonesia/Dody) BPBD Kabupaten Tangerang menyatakan hingga Kamis (22/1) masih ada lima kecamatan yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai akibat curah hujan yang tinggi. (CNNIndonesia/Dody)

Kabupaten tangerang

Banjir di Perumahan Cikande, Kabupaten Tangerang kembali naik hingga 2,5 meter pada Kamis pekan lalu.

Saat ini ketinggian air berkisar 70 sentimeter hingga 2,5 meter, kata Komandan Tim Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Cisoka, Guruh di Tangerang, Kamis sore seperti dikutip dari di antara.

Kata dia, banjir besar kini melanda dua RW di perumahan Cikande. Dimana, permukaan air terus meningkat. Sebab, Sungai Cidurian terus meluap hingga ke pemukiman warga.

“Yang terdampak adalah RW 02 dan RW 03. Saat ini yang terkonfirmasi terdampak hanya sekitar 122 KK,” kata Guruh.

Guruh mengatakan, titik banjir terdalam berada di Perumahan RT 04, RW 03 Taman Cikande dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan, sejak Minggu (11/1) bencana alam ini telah melanda 24 kecamatan, 119 desa/desa dengan total korban jiwa kurang lebih 50 ribu orang. Namun, kata dia, kini ada lima kecamatan yang masih terendam banjir di beberapa lokasi, ketinggiannya mencapai 40 sentimeter hingga dua meter.

Wilayah yang saat ini terdampak banjir antara lain Kecamatan Jayanti, Kresek, Kosambi, Gunung Kaler, dan Tigaraksa.

Taufik mengatakan, BPBD Kabupaten Tangerang kekurangan infrastruktur penanggulangan bencana untuk menangani banjir yang terjadi di wilayahnya selama 2 minggu ini.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik, minimnya peralatan seperti perahu evakuasi dan pompa air menjadi kendala utama dalam penanganan banjir.

“Penanganan musim bencana banjir ini, sarana dan prasarana kita kurang. Misalnya perahu karet yang jumlahnya sangat sedikit,” kata Taufik kepada CNNIndonesia.comKamis sore lalu.

Menurut dia, infrastruktur yang dimiliki BPBD Kabupaten Tangerang tidak sepadan dengan wilayah terdampak banjir. Situasi ini membuat petugas kesulitan menjangkau seluruh lokasi bencana dengan cepat dan maksimal.

Oleh karena itu, kata Taufik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten untuk meminta penambahan peralatan penanggulangan bencana.

Namun saat ini bencana juga terjadi di beberapa daerah lain di Banten seperti Lebak, Pandeglang, dan Serang yang situasinya lebih buruk sehingga menjadi prioritas, jelasnya.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Air (SDA) Kabupaten Tangerang untuk memaksimalkan penggunaan pompa air dalam upaya mengurangi dampak banjir.

(arl/das/dod/anak)


Exit mobile version