Jakarta, Pahami.id —
Pemerintah Thailand membenarkan pembangunan patung Buddha di wilayah perbatasan yang disengketakan Kamboja. Lokasi ini merupakan tempat yang sama dimana tentara Thailand sebelumnya membongkar dan memindahkan patung dewa Hindu, Wisnu, pada bulan lalu.
Langkah terbaru ini kembali memanaskan ketegangan kedua negara Asia Tenggara yang sejak Desember lalu saling melontarkan pernyataan keras terkait simbol agama di wilayah sengketa tersebut.
Ketegangan meningkat tak lama setelah gencatan senjata mengakhiri pertempuran berdarah selama tiga minggu, episode terbaru dalam konflik perbatasan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pada bulan Desember, pasukan Thailand menghancurkan patung Wisnu di kawasan perbatasan yang disebut Thailand An Ma, sedangkan Kamboja dikenal sebagai An Ses.
Mengutip AFP, Phnom Penh mengutuk tindakan tersebut, sementara Bangkok berpendapat bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk menegaskan kendali atas wilayah tersebut dan tidak dimaksudkan untuk menghina keyakinan agama apa pun.
Rabu lalu, Kamboja mengatakan militer Thailand telah memasang patung Buddha di lokasi yang sama. Pemerintah Kamboja menganggap tindakan tersebut “tidak konsisten dengan langkah-langkah deeskalasi” yang disepakati dalam gencatan senjata.
Menanggapi kritik tersebut, militer Thailand pada hari Sabtu menuduh Kamboja “memutarbalikkan” fakta di lapangan. Dalam pernyataannya, Angkatan Darat Thailand menegaskan bahwa pemasangan patung Buddha tersebut tidak dimaksudkan untuk menghina atau menantang keyakinan pihak mana pun.
“Tindakan ini diambil dalam kerangka kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan untuk meningkatkan moral masyarakat Thailand di kawasan,” kata militer Thailand dalam sebuah pernyataan.
Thailand dan Kamboja sama-sama merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha. Namun kesamaan tersebut tidak menyurutkan konflik berkepanjangan yang berakar pada sengketa wilayah akibat penetapan perbatasan era kolonial sepanjang sekitar 800 kilometer.
Pertempuran bulan lalu dilaporkan menewaskan puluhan orang di kedua belah pihak. Sejak gencatan senjata berlaku, Kamboja menuduh Thailand menguasai beberapa wilayah di wilayah perbatasannya dan menuntut penarikan pasukan Thailand dari wilayah yang diklaim kedua negara.
(sels/sel)

