Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel tidak menerimanya setelah dilarang oleh Kementerian Pertahanan Perancis datang ke pameran senjata di Paris.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Israel mengatakan Prancis telah melarang pejabat pemerintah Israel menghadiri pameran senjata besar di Paris dan melarang perusahaan senjata Israel berpartisipasi di sana.
Menurut Kementerian Pertahanan Israel, larangan dan pembatasan ini adalah “keputusan memalukan” yang penuh dengan kepentingan politik.
“Ini adalah keputusan yang memalukan, melibatkan perhitungan politik dan komersial, dan sayangnya, hal ini tidak mengejutkan,” katanya seperti dikutip. Al Arabiya.
“Ini sesuai dengan pola perilaku Perancis yang sangat mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir, sebuah pola yang secara konsisten menempatkan Perancis pada sisi yang salah dalam sejarah,” lanjutnya.
Kementerian Pertahanan Prancis telah melarang Israel berpartisipasi dalam pameran senjata Eurosatory 2024 menyusul invasi brutalnya ke Jalur Gaza, Palestina. Kementerian Pertahanan Prancis kemudian juga mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan Israel akan dilarang memamerkan peralatan dan material yang berkaitan dengan pertahanan udara dan pertahanan rudal.
Prancis tidak memberikan alasan atas pembatasan tersebut.
Lebih dari 2.600 peserta pameran dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam Eurosatory tahun ini, yang dimulai pada tanggal 15 Juni. Ini adalah salah satu pameran senjata terbesar di dunia.
Hubungan antara Prancis dan Israel memburuk sejak akhir tahun 2023. Paris mengkritik Tel Aviv atas perangnya di Gaza dan Lebanon, serta keputusan Israel dan Amerika Serikat untuk menyerang Iran pada Februari lalu.
Pemerintah sayap kanan Israel juga mengkritik keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengakui negara Palestina.
(blq/baca)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

