Site icon Pahami

Berita Takaichi dan Lee Main Drum K-pop Tutup KTT Hari Pertama

Berita Takaichi dan Lee Main Drum K-pop Tutup KTT Hari Pertama


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Jepang Sanae TakaichSaya dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menutup hari pertama pertemuan mereka dengan sesi drum spontan, pada Selasa (13/1).

Dalam video singkat yang diunggah ke saluran YouTube kantor PM Jepang pada Rabu pagi, kedua pemimpin itu bermain drum diiringi lagu-lagu populer BTS dan Kpop Demon Hunters.


Takaichi, seorang drummer yang rajin dan penggemar heavy metal, memuji keterampilan drum yang baru dipelajari Lee.

“Presiden belajar bermain drum hanya dalam 5-10 menit,” kata Takaichi dalam video tersebut, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, Lee menambahkan, perbedaan tempo tidak menghalangi mereka untuk menyesuaikan ritme dan memperkuat komitmen terhadap hubungan ke depan.

“Meski tempo kami sedikit berbeda, kami berdua berusaha menyamakan kecepatan, bersama-sama kami akan menciptakan hubungan yang berorientasi masa depan dengan satu hati,” tulis Lee di X, Rabu pagi.

Meskipun hubungan antara Tokyo dan Seoul sering kali tegang di masa lalu, Takaichi dan Lee berhasil membangun hubungan yang lebih baik.

Pada Rabu pagi, keduanya juga mengunjungi Kuil Horyuji di Nara, kampung halaman Takaichi.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Takaichi dan Lee menyatakan tujuan mereka untuk memperdalam kerja sama keamanan dan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Timur.

Mereka juga berencana untuk melanjutkan “diplomasi ulang-alik”, dengan kunjungan Takaichi berikutnya ke Korea Selatan.

Menurut situs AP News, Lee dan Takaichi sebelumnya sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor, termasuk keamanan ekonomi, pertahanan, dan pencarian jenazah pekerja paksa asal Korea.

Meski kedua negara merupakan sekutu lama AS, namun hubungan keduanya kerap mengalami ketegangan akibat berbagai persoalan, terutama perselisihan terkait sejarah perang.

“Saya yakin kerja sama antara Korea dan Jepang kini menjadi lebih penting dibandingkan sebelumnya, karena kita harus terus bergerak maju menuju masa depan yang baru dan lebih baik di tengah tatanan internasional yang kompleks dan tidak stabil ini,” kata Lee di awal pertemuan puncak.

Dalam konferensi pers usai pertemuan, kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama di sejumlah bidang, termasuk rantai pasokan, kecerdasan buatan, dan penanggulangan kejahatan transnasional.

Mereka juga sepakat untuk melakukan analisis DNA pada sisa-sisa jasad tersebut, yang mungkin milik pekerja paksa asal Korea, yang ditemukan tahun lalu di bekas tambang bawah air Jepang.

(rnp/bac)


Exit mobile version