Site icon Pahami

Berita Takaichi Amankan Mayoritas Besar di Pemilu Jepang

Berita Takaichi Amankan Mayoritas Besar di Pemilu Jepang


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu sela sendiri, berdasarkan hasil quick count yang dirilis media nasional Jepang, NHK, Minggu waktu setempat.

Jajak pendapat NHK memproyeksikan Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi akan meraih antara 274 dan 326 kursi dari 465 kursi Majelis Rendah, jauh di atas ambang batas mayoritas 233 kursi.

Hingga Minggu malam, hasil perhitungan resmi menunjukkan LDP telah melampaui angka tersebut.


Jika digabungkan dengan mitra koalisinya, Partai Ishin, kubu pemerintah diperkirakan menguasai 302 hingga 366 kursi. Pemilihan tersebut berlangsung di tengah suhu yang sangat dingin pada pemilihan musim dingin, yang dianggap jarang terjadi di Jepang.

“Kami akan melanjutkan koalisi dengan Ishin dan terus menempatkan keberlanjutan fiskal sebagai prioritas,” kata Takaichi saat berpidato di markas LDP, di tengah masuknya hasil penghitungan suara, dikutip NBC News.

Dalam tradisi politik Jepang, kemenangan seorang kandidat ditandai dengan bunga kertas. Papan besar dengan bunga mawar merah di belakang Takaichi menjadi simbol visual kemenangan LDP pada pemilu kali ini.

Pemilu cepat ini mengejutkan partai, oposisi, dan publik. Namun, keputusan berisiko Takaichi tampaknya membuahkan hasil.

Karisma pribadi sang perdana menteri, ditambah dukungan pemilih muda yang terjangkit fenomena “Sanamania”, menjadi faktor penting di balik kemenangan telak tersebut.

Sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang, Takaichi mencari mandat publik langsung untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara dan meningkatkan peran Jepang di panggung global. Agenda ambisius ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan regional, terutama mengenai Tiongkok dan Korea Utara, serta perubahan fokus Amerika Serikat dalam dinamika politik global.

Hubungan Takaichi dengan Presiden AS Donald Trump dinilai hangat. Trump secara terbuka menyuarakan dukungannya dalam sebuah postingan di Truth Social, menyebut Takaichi sebagai pemimpin

“kuat, berwibawa dan bijaksana”. Keduanya dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada 19 Maret.

Dukungan terbuka terhadap presiden AS dalam pemilu di negara lain merupakan hal yang tidak biasa, namun Trump telah melakukannya beberapa kali.

Duta Besar AS untuk Jepang, George Edward Glass, juga mengucapkan selamat atas “kemenangan luar biasa” tersebut dan menyatakan keinginannya untuk memperkuat hubungan bilateral.

Di sisi lain, hubungan dengan Tiongkok justru semakin memanas. Pernyataan Takaichi yang menyebutkan kemungkinan respons militer Jepang jika China menyerang Taiwan menuai kritik tajam.

Beijing menanggapinya dengan membatasi impor makanan laut Jepang, memperketat ekspor mineral tanah jarang, dan mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

Sebelumnya, Takaichi sempat menyatakan akan mengundurkan diri jika pemerintahan koalisi gagal mempertahankan mayoritas. Namun hasil pemilu menegaskan dominasinya di parlemen, memperluas cengkeraman LDP yang telah memimpin Jepang pada sebagian besar era pascaperang.

Popularitas Takaichi meningkat meski LDP masih dibayangi skandal dan kekalahan pemilu sebelumnya. Bagi banyak pemilih, Takaichi, seorang penggemar sepeda motor dan drummer heavy metal, dipandang sebagai sosok yang menyegarkan dalam politik Jepang yang didominasi laki-laki.

Daya tariknya seringkali lebih bergantung pada gaya daripada kebijakan. Slogan “bekerja, bekerja dan terus bekerja” dinobatkan sebagai ungkapan tahun ini. Berbagai atribut pribadinya, mulai dari pulpen merah muda hingga tas kulit hitam seharga US$900, menjadi viral dan terjual habis.

Dengan lebih dari 2,6 juta pengikut di platform X, hampir lima kali lipat dari pendahulunya, Takaichi menyatakan dukungan kuat dari pemilih muda. Jajak pendapat menunjukkan lebih dari 80 persen pemilih muda memilihnya, memperkuat posisinya sebagai tokoh politik paling terkemuka di Jepang saat ini.

(sels/sel)



Exit mobile version