Site icon Pahami

Berita Tak Takut Ancaman Trump, Apakah Denmark Pernah Terlibat Perang?

Berita Tak Takut Ancaman Trump, Apakah Denmark Pernah Terlibat Perang?


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengancam untuk mengambil alih kekuasaan Tanah penggembalaandimiliki oleh Denmark.

Trump bahkan telah mengirimkan beberapa pesawat militer milik Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) ke sana.


Dalam pernyataannya pada Senin (19/1), NORAD mengatakan pesawat tersebut akan segera tiba di pangkalan militer AS di Greenland untuk “kegiatan yang telah direncanakan sejak lama”.

Namun pemerintah dan parlemen Denmark tidak tinggal diam. Anggota parlemen Denmark Rasmus Jarlov memperingatkan bahwa invasi militer AS ke Greenland akan memicu perang.

Ia menegaskan, Denmark mempunyai kewajiban untuk mempertahankan wilayahnya dan melindungi puluhan ribu warganya yang menolak berada di bawah kekuasaan AS.

[Gambas:Video CNN]

“Denmark akan terus melindungi Greenland. Jika pasukan AS menyerang, itu berarti perang, dan kami akan saling berhadapan,” kata Jarlov, dalam wawancara dengan CNN.

Denmark memiliki pengalaman perang

Meski dikenal sebagai negara paling bahagia, Denmark pernah terlibat beberapa perang.

Misalnya ketika diserang Inggris pada tahun 1801 dan 1807). Saat itu, Inggris khawatir armada Denmark yang kuat akan jatuh ke tangan Prancis, sehingga menyerang Denmark dua kali di Kopenhagen (1801 dan 1807) untuk merebut atau menghancurkan armadanya.

Denmark pun melakukan perlawanan dengan bergabungnya tentara Napoleon dari Perancis bersama Norwegia yang dikenal dengan Pertempuran Kopenhagen.

Kemudian pada Perang Dunia II ketika Jerman menyerang banyak negara Eropa, tidak terkecuali Denmark. Pertempuran singkat pada tanggal 9 April 1940 terjadi di Lundtoftbjerg, di mana satu peleton anti-tank Denmark yang dipersenjatai dengan dua meriam 20 mm dan senapan mesin ringan mengambil posisi memblokir jalan.

Tembakan dari mobil lapis baja dan pesawat tempur memaksa tentara Denmark mundur, dan sepertiga dari mereka ditangkap.

Namun Jerman kehilangan dua mobil lapis baja dan tiga sepeda motor, sedangkan di pihak Denmark satu tewas dan satu luka-luka.

Setelah perang dunia berakhir, Denmark mendirikan North Atlantic Treaty Organization (NATO) pada tahun 1949 dengan beberapa negara.

Organisasi pertahanan ini merupakan aliansi militer multinasional yang terdiri dari dua negara di Amerika Utara, satu negara di Eurasia, dan 28 negara di Eropa, yang memiliki tujuan keamanan bersama.

Negara-negara NATO telah terlibat dalam beberapa pertempuran seperti intervensi Bosnia-Herzegovina pada tahun 19992-2000, perang di Afghanistan 2001-2004, dan intervensi di Libya (2011) dan setelah jatuhnya rezim Saddam Hussein di Irak (2011).

(imf/bac)


Exit mobile version