Jakarta, Pahami.id —
Presiden Rusia VladimirPutin tiba di Beijing hari ini, Selasa (19/5) untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Kunjungan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump bertemu Xi Jinping pekan lalu.
Putin tiba di Beijing pada Selasa dan akan berada di negara tersebut hingga besok, 20 Mei. Kunjungan ini merupakan kunjungannya yang ke-25 ke Tiongkok.
“Saya yakin Presiden Xi Jinping akan melakukan segala kemungkinan untuk memperdalam kemitraan Rusia-Tiongkok,” kata Putin sebelum mengunjungi Beijing pekan lalu, dikutip AFP.
Putin kerap mengunjungi China untuk mempererat hubungan kedua negara.
Beijing dan Moskow memiliki hubungan yang erat dan kuat selama bertahun-tahun. Namun kunjungan tersebut menjadi sorotan karena terjadi setelah Trump bertemu Xi Jinping.
Para ahli mengatakan, pengaturan kunjungan tersebut mengindikasikan adanya pertemuan penting meski telah direncanakan jauh sebelumnya.
“Xi dapat memberi penjelasan kepada Putin mengenai poin-poin penting pertemuan dengan Trump,” kata pakar hubungan internasional dari King’s College London Natasha Kurt.
Namun, pakar lain dari Shanghai Zhao Long Institute of International Studies punya penilaian berbeda.
Ia menilai Tiongkok dan Rusia kerap berkoordinasi secara strategis sebelum dan sesudah interaksi dengan negara-negara besar lainnya.
“Hal ini mencerminkan tingkat rasa saling percaya yang tinggi,” kata Zhao.
Dia kemudian berkata, “Waktu terjadinya insiden tidak dapat ditafsirkan secara berlebihan.”
Xi melakukan panggilan telepon dengan para pemimpin AS dan Rusia pada hari yang sama pada Februari lalu. Ini adalah pertama kalinya presiden Tiongkok berbicara dengan Putin melalui video sebelum menelepon Trump beberapa jam kemudian.
(isa/bac)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

