Jakarta, Pahami.id —
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyumpahi Israel secara terbuka dan langsung, di hadapan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.
Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan pada sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Rabu (18/2), Menteri Luar Negeri Sugiono mengutuk pendudukan ilegal terbaru Israel secara sepihak di Tepi Barat.
“Indonesia mengutuk keras tindakan tersebut,” demikian pernyataan Sugiono di depan forum.
“Mereka (Israel) tidak memiliki legitimasi berdasarkan hukum internasional dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB,” tambah Sugiono.
Ia juga menegaskan, status sejarah dan hukum wilayah Palestina tidak bisa diubah secara sepihak, apalagi oleh pihak yang tidak memiliki kedaulatan atas wilayah tersebut.
Sugiono menyatakan, tindakan Israel sama saja dengan menghalangi terciptanya perdamaian di Gaza. Ia juga mengatakan tidak ada kebenaran dan tidak ada pembenaran atas tindakan sepihak Israel di Tepi Barat.
“Dalam hal ini, mereka (Israel) secara sistematis mengurangi ruang perdamaian,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, RI juga mempertanyakan komitmen Israel selama ini dalam upaya mencapai perdamaian dengan Palestina.
Ya, itu yang kami tanyakan (kepada Israel) sejauh mana mereka benar-benar menginginkan rekonsiliasi terjadi. Sejauh mana mereka menginginkan solusi dua negara yang kami yakini merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan situasi di sana, kata Sugiono usai pertemuan berlangsung, Rabu (18/2).
“Dan juga sejauh mana mereka bersedia mengikuti aturan dan hukum internasional, piagam PBB, dan resolusi yang telah dikeluarkan,” jelasnya seraya menambahkan saat ditanya wartawan tentang pandangan Indonesia terhadap komitmen Israel terhadap upaya perdamaian.
Sugiono mengatakan, dalam pertemuan DK PBB yang fokus pada Palestina, Indonesia dan negara lain juga membahas pelanggaran yang terjadi di Gaza saat gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Oktober lalu yang memakan korban jiwa.
Hal ini, kata Sugiono, juga mengganggu kemajuan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Tindakan sewenang-wenang Israel itu muncul beberapa hari menjelang pertemuan pertama Dewan Perdamaian (BoP) yang dibentuk Presiden Donald Trump di Washington hari ini, Kamis (19/2).
BoP diprakarsai oleh Trump sebagai badan internasional yang akan memantau dan membantu rekonstruksi dan rehabilitasi Jalur Gaza setelah diserang brutal oleh Israel sejak Oktober 2023.
(Dna)

