Site icon Pahami

Berita Siswa Kalbar Lempar Molotov Korban Bully & Ideologi Kekerasan

Berita Siswa Kalbar Lempar Molotov Korban Bully & Ideologi Kekerasan


Jakarta, Pahami.id

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polisi menetapkan siswa di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalimantan Barat) yang melemparkan bom molotov di halaman sekolah pada Selasa (3/2) diterpa ideologi kekerasan ekstrem.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, anak-anak juga merupakan bagian dari masyarakat Komunitas Kejahatan Sejati (TCC).

“Orang-orang yang terlibat tertarik pada konten kekerasan dan juga merupakan bagian dari masyarakat Komunitas Kejahatan Sejati,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2).


Mayndra menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka juga merupakan korban perundungan (menggertak) di sekolah.

Oleh karena itu, kata dia, pelaku mempunyai niat dan keinginan membalas dendam kepada rekan-rekannya yang kerap melakukan perundungan terhadapnya. Selain itu, kata Mayndra, hal itu juga menunjukkan pelaku sedang menghadapi masalah keluarga.

“Kemudian mereka melakukan balas dendam dengan melakukan tindakan kekerasan di sekolahnya,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, kata Mayndra, ditemukan sejumlah barang bukti berbahaya berupa lima buah gas portabel yang ditempelkan pada petasan, paku, dan pisau.

Serta enam botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (bom molotov). Serta pisau, jelasnya.

Bantuan kepada Polda Kalbar

Selain itu, kata Mayndra, Densus 88 juga telah memberikan bantuan kepada Polda Kalbar dalam mengungkap kasus tersebut, mulai dari pemetaan pelaku hingga alat bukti.

Sebelumnya, aksi pelemparan bom molotov terjadi di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (3/2).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Terduga peluncur molotov yang merupakan siswa sekolah tersebut juga ditangkap dan diperiksa polisi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya luka ringan yang mendapat perawatan medis. Selain itu, pada Rabu ini pihak sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat insiden molotov.

(tfq/anak-anak)


Exit mobile version