Jakarta, Pahami.id –
Badan Gizi Nasional (BGN) bekerjasama dengan organisasi PBB UNICEF (United Nations Children’s Fund) memberikan pelatihan bagi penjamah makanan (Penjamah makanan) yang menjamin keamanan pangan pada Program Pangan Bergizi Gratis (MBG).
Staf Ahli 1 Bupati Biak Numfor Fransisco Olla menyatakan, penjamah makanan harus memiliki sertifikat kebersihan dan memahami asupan gizi.
Ditegaskannya, petugas yang menangani atau orang yang menangani makanan, baik yang dikemas maupun tidak, wajib menjaga kebersihan dan memiliki kemampuan menilai asupan gizi pada menu makanan. Peralatan pangan yang digunakan mulai dari tahap penyiapan, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, hingga penyajian juga harus steril dan bersih.
“Jadi, penjamah makanan mempunyai peranan yang sangat penting dalam memastikan mutu dan keamanan makanan yang disampaikan kepada anak sekolah dan masyarakat benar-benar sesuai dan memenuhi asupan gizi,” kata Fransisco usai membuka kegiatan pelatihan di Biak, Jumat (28/11) dilansir Antara.
Secara keseluruhan, jika penangannya sehat, maka penyakit dan keracunan makanan dapat dicegah. Untuk itu pejabat yang dipilih sebagai penjamah makanan harus mempunyai kompetensi dan spesifikasi untuk mengukur asupan gizi pada program MBG.
“Karena ini menyangkut kebutuhan gizi anak sebagai penerima MBG,” kata Francisco.
Perwakilan UNICEF, Dwi Kristanto mengatakan, terdapat tiga dapur Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Distrik Samofa yang mendapat pelatihan penjamah makanan pada 28-29 November 2025 langsung dari narasumber.
Acara tersebut juga dihadiri oleh koordinator regional BGN Biak Husni, Perwakilan Kementerian Kesehatan Aulia Hadiningsih, serta mitra UNICEF Indonesia.
“Setelah selesai peningkatan kapasitas, petugas bagian pangan dapat menerapkan keahliannya kepada petugas dapur umum SPPG,” kata Dwi Kristanto.
(rea/rir)

