Site icon Pahami

Berita Siapa yang Bela Iran Jika Diserang AS?

Berita Siapa yang Bela Iran Jika Diserang AS?

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat telah menyiapkan armada kapal induk di Timur Tengah untuk menyerang Iran. jika negosiasi menghentikan program nuklir mereka.

Dalam postingan di Truth Social pada Rabu (28/1), Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran tidak punya banyak waktu, jika tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti Venezuela.


“Waktu hampir habis, ini sangat penting! Seperti yang saya katakan kepada Iran sebelumnya, DAPATKAN DEAL!” dia menambahkan.

Iran tidak takut dengan ancaman Trump. Bahkan, mereka menolak datang ke meja perundingan jika perundingan berlangsung dalam keadaan terancam.

Iran juga siap jika AS menyerang. Lantas, siapa yang akan membela negara Timur Tengah ini?

Hizbullah

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan dirinya tidak akan bersikap netral jika Iran diserang.

Hizbullah disebut-sebut sebagai proksi Iran dan menerima dukungan serta senjata dari negara tersebut.

Media yang berafiliasi dengan Hizbullah, Al Manar, melaporkan bahwa ancaman apa pun terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sama saja dengan ancaman terhadap kelompok tersebut.

Houthi

Milisi penguasa Yaman, Houthi, juga menyatakan siap melanjutkan serangan terhadap kapal mana pun, terutama armada AS yang berlayar di Laut Merah.

Awal pekan ini, Houthi mengancam akan melakukan serangan baru terhadap kapal-kapal yang melewati koridor Laut Merah, menyusul kedatangan kapal induk AS di Timur Tengah.

“Kami menekankan kepada musuh bahwa perang tidak bisa dilawan [Iran] itu tidak akan mudah,” kata pemimpin Houthi Abu Hussein al-Hamidawi.

Kataib Hizbullah

Kataib Hezbollah (KH) di Irak juga menyatakan bahwa setiap serangan yang menyasar Iran akan memicu “perang total” di kawasan Timur Tengah.

Kataeb Hizbullah di Irak meminta para pendukung dan sekutu “poros perlawanan” untuk bersiap menghadapi konflik besar dalam membela Iran.

(isa/dna)


Exit mobile version