Site icon Pahami

Berita Siapa Jeffrey Epstein dan Apa Kasusnya hingga Bikin Publik Geger?

Berita Siapa Jeffrey Epstein dan Apa Kasusnya hingga Bikin Publik Geger?

Jakarta, Pahami.id

Nama Jeffrey Epstein kembali mengemuka menyusul terungkapnya berbagai dokumen dan bukti terkait kasus pelecehan seksual yang melibatkan jutawan Amerika dan sejumlah tokoh masyarakat.

Beberapa dokumen baru terkait Epstein diungkap Departemen Kehakiman AS (DOJ) berisi transkrip kesaksian, catatan investigasi, serta beberapa pihak yang diperiksa aparat penegak hukum.

Tumpukan dokumen tersebut dirilis DOJ dalam beberapa tahap. Tahap pertama dirilis pada bulan Februari-Mei dan Desember 2025, dan terakhir pada akhir Januari 2026.


Pada Januari 2026, DOJ merilis 3 juta halaman beserta 2.000 video dan 180 ribu gambar. Outputnya hanya separuh dari total 6 juta halaman dengan ukuran hingga 300 gigabit.

Berikut profil lengkap dan awal mula tuduhan kasus Epstein.

Profil Jeffrey Epstein

Menurut situs Britannica, Jeffrey Epstein adalah seorang pengusaha keuangan asal AS yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan seksual.

Dia dituduh melakukan perdagangan seks sistematis terhadap perempuan dan anak di bawah umur.

Lahir di Brooklyn, New York, pada 20 Januari 1953, Epstein membangun kekayaannya melalui karir di bidang keuangan hingga menjadi jutawan.

Keberhasilan ini membawanya ke dalam hubungan yang melibatkan tokoh politik yang sangat kaya dan penting, bahkan anggota keluarga kerajaan.

Dia bunuh diri di penjara pada Agustus 2019.

Awal Mula Sumber Kekayaan Epstein

Pada tahun 1974, Epstein mulai mengajar fisika dan matematika di Sekolah Dalton di Manhattan, di mana siswanya berasal dari beberapa keluarga terkaya di negara tersebut.

Namun, ia dipecat dari posisinya di Dalton karena kemampuan mengajar Epstein yang tidak memadai. Dia kemudian bekerja di perusahaan investasi Wall Street Bear Stearns.

Meski karirnya di perusahaan tersebut berakhir dengan kontroversi, ia kemudian menjadi konsultan keuangan untuk orang kaya dan mendirikan J. Epstein & Company pada tahun 1988.

Klien utamanya, miliarder Leslie H. Wexner, memberinya kendali atas aset besar yang menjadi andalan kekayaan Epstein.

Sejak tahun 1990-an, kekayaannya melonjak ditandai dengan kepemilikan properti mewah dan jejaring sosial dengan elite global.

Tuduhan awal kejahatan seks Epstein

Epstein pertama kali dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa gadis di Palm Beach pada tahun 2005.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang wanita yang mengaku anak tirinya yang berusia 14 tahun telah dianiaya oleh pria kaya bernama Jeff. Dia kemudian mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 13 bulan penjara.

Pada Juli 2019, Epstein ditangkap lagi di Bandara Teterboro, New Jersey atas tuduhan perdagangan seks dan ditahan tanpa jaminan.

Namun kasus Epstein berakhir tanpa pengadilan setelah ia ditemukan gantung diri pada 10 Agustus 2019 di sel tahanan di Manhattan.

Saat itu, Epstein ditahan menunggu persidangan federal atas tuduhan perdagangan seks.

Lanjutkan ke berikutnya…

File Epstein yang mencuri perhatian

Pasca kematiannya, perhatian publik tertuju pada isi dokumen yang dikenal dengan nama “Berkas Epstein” yang memuat beberapa nama yang menjadi sumber perdebatan sengit dalam politik AS.

Selama masa jabatan kedua pemerintahan Presiden AS Donald Trump, dorongan untuk membuka dokumen tersebut menjadi isu nasional.

Sementara itu, terbitnya ribuan dokumen justru memperkuat kontroversi seputar kejahatan Epstein dan hubungannya dengan beberapa tokoh berpengaruh.

Publikasi berkas Epstein terus memicu penyelidikan lebih lanjut, dan tekanan publik terhadap aparat penegak hukum untuk mengungkap beberapa pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Sejumlah dokumen dan kesaksian yang disertakan dalam berkas Epstein berisi serangkaian klaim yang mengejutkan.

Salah satu hal yang dianggap kontroversial adalah dokumen bukti korespondensi email antara Epstein dan Bill Gates pada tahun 2017 yang mengacu pada simulasi pandemi.

Terdapat poin-poin pembahasan yang berisi rekomendasi tindak lanjut dan/atau spesifikasi teknis simulasi wabah virus varian terbaru.

Selain itu, pengusaha asal Uni Emirat Arab (UEA) Aziza Al Ahmadi juga disebut mengirimkan potongan kiswah Ka’bah dari Mekkah ke Epstein di AS.

Aziza bekerja sama dengan seseorang bernama Abdullah Al-Maari untuk mengatur penyerahan tiga Kiswah. Barang tersebut tiba di rumah Epstein pada Maret 2017.

Tak hanya itu, nama Indonesia juga tercatat dalam 902 dokumen yang dikeluarkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada pekan lalu.

Misalnya laporan JP Morgan tahun 2014 yang memuat alokasi aset global dan kondisi perekonomian secara umum yang dapat menguntungkan atau merugikan AS.

“Di pasar negara berkembang, peristiwa politik yang penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar,” menurut laporan di JP Morgan.

Tokoh masyarakat terlibat dalam kasus Epstein

Sejumlah nama tokoh masyarakat, pengusaha, dan tokoh berpengaruh juga disebutkan dalam berkas tersebut, meski tak semuanya terbukti terlibat tindak pidana.

Pangeran Andrew dari Inggris termasuk dalam dokumen Epstein yang bernilai jutaan dolar. Beberapa gambar menunjukkan dia merangkak, bersandar ke arah wanita yang tergeletak di lantai.

Pendiri Microsoft Bill Gates juga terlibat dalam dokumen yang dirilis tersebut. Email tersebut berisi tuduhan yang menuduh Gates berusaha menutupi penyakit menular seksual yang diderita istrinya saat itu, Melinda French Gates.

Sementara itu, Pangeran Laurent dari Belgia mengaku pernah bertemu Epstein dan mengatakan pertemuan itu terjadi pada awal 1990-an dan 2000-an dan atas permintaan sang pengusaha.

Dalam arsip Epstein terdapat foto mantan Presiden AS Bill Clinton tampak sedang berada di kolam renang.

Namun wakil kepala staf Clinton, Angel Urena, menekankan bahwa foto-foto itu sudah sangat tua dan Clinton berhenti berkomunikasi dengan Epstein sebelum kejahatannya terungkap.

[Gambas:Video CNN]



Exit mobile version