Site icon Pahami

Berita Siapa Dua Jenderal Senior China yang Dipecat Xi Jinping?

Berita Siapa Dua Jenderal Senior China yang Dipecat Xi Jinping?


Jakarta, Pahami.id

Presiden Xi Jinping memecat dua jenderal paling senior Cinayaitu Zhang Youxia dan Liu Zhenli.

Pemecatan itu dilakukan pada Sabtu (24/2) setelah Kementerian Pertahanan mengumumkan penyelidikan terhadap keduanya.

Menurut Kementerian Pertahanan Nasional, kedua jenderal tersebut melakukan “pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum”. Tidak dijelaskan apa pelanggaran mereka terkait disiplin dan hukum.


Ini merupakan langkah Xi Jinping yang paling mengejutkan dalam upayanya mendisiplinkan anggota Partai Komunis dan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Zhang Youxia adalah wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), sebuah badan di dalam Partai Komunis yang mengendalikan angkatan bersenjata Beijing. Liu Zhenli adalah kepala Departemen Staf Gabungan CMC.

Pemecatan keduanya kini membuat komando tertinggi militer China hanya tinggal dua orang, yakni Xi Jinping dan Zhang Shengmin, wakil ketua peringkat kedua yang membidangi urusan disiplin militer.

Jatuhnya Zhang Youxia dari posisi puncak militer tampaknya sangat menarik karena dia bukan hanya perwira tinggi militer, tetapi juga salah satu dari sedikit orang yang memiliki hubungan kuat dengan Xi Jinping.

Ayah Zhang dan Xi berasal dari Provinsi Shaanxi dan bertugas bersama dalam perang saudara Tiongkok.

Xi Jinping mempertahankan Jenderal Zhang di jabatannya hingga ia melampaui usia pensiunnya yaitu 68 tahun.

Zhang pertama kali bergabung dengan PLA pada bulan Desember 1968 dan Partai Komunis pada bulan Mei 1969. Ia terus naik pangkat di ketentaraan hingga ia resmi menjadi jenderal penuh pada tahun 2011.

Tahun berikutnya, Zhang ditugaskan untuk mengepalai Departemen Persenjataan Umum PLA, sebuah badan yang bertanggung jawab untuk membeli dan mengembangkan perangkat keras militer yang kemudian berganti nama menjadi Departemen Pengembangan Peralatan CMC pada tahun 2016.

Zhang menjadi anggota CMC pada kongres partai pada tahun 2012. Ia kemudian dipromosikan menjadi wakil ketua kedua CMC pada kongres partai tahun 2017.

Pada kongres partai tahun 2022, Zhang akan dipromosikan menjadi wakil ketua pertama pada usia 72 tahun, seperti dikutip South China Morning Post (SCMP).

Menurut situs Kementerian Pertahanan Nasional, jabatan terakhir Zhang adalah anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis, dan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat.

Sedangkan Liu Zhenli pertama kali bergabung dengan PLA pada September 1983 dan Partai Komunis pada April 1984. Liu merupakan veteran tempur yang ikut serta dalam konflik Tiongkok-Vietnam tahun 1979-1991.

Pada tahun 2009, ia menjabat sebagai kepala staf Grup Angkatan Darat ke-65 dan menjadi panglima angkatan darat pada tahun 2012.

Tiga tahun kemudian, Liu dipindahkan ke Polisi Bersenjata Rakyat dan kemudian diangkat menjadi kepala staf Tentara PLA pada bulan Desember 2015.

Pada Juni 2021, ia diangkat menjadi komandan pasukan darat PLA. Mulai September 2022, Xi Jinping mengangkatnya sebagai kepala Departemen Staf Gabungan CMC.

Liu sejak itu bertanggung jawab atas perencanaan operasional bersama dan komando strategis militer Tiongkok. Ia kerap melakukan kunjungan resmi militer ke luar negeri, termasuk ke Indonesia, untuk membahas kerja sama militer dan latihan bersama dengan TNI pada Januari 2025.

Menurut pengamat militer dari Universitas Teknologi Nanyang, Zi Yang, pencopotan Liu dari jabatannya kini tidak masuk akal.

Pasalnya, sebagai kepala departemen staf gabungan CMC, Liu mengawasi kemampuan C4ISR PLA, sebuah fungsi yang sangat penting dalam peperangan modern dan membutuhkan kompetensi profesional yang tinggi.

“Pemecatan perwira tersebut bertentangan dengan prioritas kelembagaan PLA,” katanya dalam sebuah pernyataan di The Diplomat.

(blq/dna)


Exit mobile version