Site icon Pahami

Berita Serangan Zat Misterius di Mall Ginza Jepang, 20 Orang Luka

Berita Serangan Zat Misterius di Mall Ginza Jepang, 20 Orang Luka


Jakarta, Pahami.id

Sekitar 20 orang terluka ketika seorang pria menyemprotkan zat di Pusat Perbelanjaan Ginza 6, sebuah pusat perbelanjaan kelas atas di pusat kota Tokyo, Jepangpada Senin (25/5).

Kata juru bicara Kepolisian Tokyo Yusuke Koide AFP seorang pria menyemprotkan zat tertentu di area ATM di lantai dasar sebuah pusat perbelanjaan di kawasan wisata Ginza.

Petugas pemadam kebakaran setempat mengatakan “sekitar 20 orang terluka” setelah pria tersebut menyemprotkan zat ke kerumunan yang menyebabkan “bau menyengat”.


Jalan di depan mal di kawasan perbelanjaan dan wisata elit Ginza langsung ditutup pasca kejadian tersebut. Untuk sementara. Sementara itu, beberapa mobil pemadam kebakaran berjejer di sepanjang jalan.

Meski demikian, pengunjung masih terlihat keluar masuk gedung melalui pintu samping.

Seorang jurnalis AFP Di lokasi terlihat dua orang diangkut dengan tandu menuju ambulans, sedangkan petugas pemadam kebakaran dan petugas yang mengenakan pakaian hazmat membawa beberapa orang keluar pusat perbelanjaan menuju kendaraan khusus untuk dilakukan pemeriksaan.

Penyiar publik Jepang NHK Dilaporkan bahwa luka yang dialami korban tampaknya ringan.

Seorang wanita berusia 70 tahun yang sedang berada di mal menceritakan NHK bahwa tenggorokannya mulai “terasa perih dan perih” saat mendekati area ATM.

“Saat saya datang, sedang ramai dan saya pikir mungkin ada kebakaran kecil atau apa,” ujarnya.

“Begitu saya masuk ke area ATM, tenggorokan saya terasa gatal dan hampir mati rasa,” ujarnya.

Seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.

Kejahatan dengan kekerasan jarang terjadi di Jepang, negara dengan tingkat pembunuhan yang rendah dan salah satu undang-undang kepemilikan senjata yang paling ketat di dunia.

Namun, Jepang terkadang mengalami penikaman dan penembakan, termasuk pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2022.

Pada bulan Desember tahun lalu, 14 orang terluka dalam serangan penikaman di sebuah pabrik di Jepang tengah, yang juga melibatkan penyemprotan cairan yang tidak diketahui jenisnya.

Jepang juga masih dihantui oleh trauma serangan besar terhadap sistem kereta bawah tanah Tokyo pada tahun 1995, ketika anggota sekte Aum Shinrikyo menyebarkan gas sarin di kereta api, menewaskan 14 orang dan membuat lebih dari 5.800 orang sakit.

Pada tanggal 20 Maret 1995, lima anggota sekte Aum menjatuhkan tas berisi gas sarin, agen saraf yang dikembangkan oleh Nazi, di kereta komuter di pagi hari. Mereka kemudian menusuk tas tersebut dengan ujung payung runcing sebelum melarikan diri.

(rds/bac)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version