Site icon Pahami

Berita Serangan Drone Israel ke Kamp Pengungsi Tewaskan Dua Warga Palestina

Berita Serangan Drone Israel ke Kamp Pengungsi Tewaskan Dua Warga Palestina


Jakarta, Pahami.id

Meskipun Dewan Perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat (AS) mengadakan pertemuan tingkat tinggi pertamanya minggu ini, tentara Israel terus melanjutkan serangannya di wilayah tersebut. GazaPalestina.

Mengutip dari WAFA Dan AFP, Serangan drone Israel pada Sabtu (21/2) hari ini menyasar kamp pengungsi dan menewaskan warga sipil. Tentara Israel (IDF) mengatakan serangan itu dilakukan untuk menargetkan milisi Hamas.

Kantor berita Palestina, WAFAmelaporkan serangan pesawat tak berawak yang menargetkan kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara dan Qizan Al-Najjar di selatan Khan Younis.


“Dua warga Palestina tewas,” katanya WAFA.

WAFA menyatakan bahwa di Gaza, total warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel sejak perjanjian gencatan senjata Oktober tahun lalu kini bertambah menjadi 614 orang, 1.640 orang luka-luka, dan 726 jenazah diperkirakan tidak bisa dipindahkan dari reruntuhan.

Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat total lebih dari 72 ribu kematian – mayoritas warga sipil – akibat invasi Israel sejak tahun 2023.

Sementara itu, mengutip dari kantor berita Perancis, AFPOtoritas Lebanon juga melaporkan serangan drone Israel terhadap kamp pengungsi Palestina terbesar di wilayahnya pada Jumat (20/2).

Otoritas Lebanon seperti yang dilaporkan Kantor Berita Nasional (NNA) menargetkan lingkungan kamp pengungsi Ain al-Helweh, yang terletak di pinggiran kota Sidon di wilayah selatan negara itu.

Ain al-Helweh adalah kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan dua orang tewas dalam serangan itu.

Seorang jurnalis AFP melihat asap mengepul dari sebuah bangunan di kamp padat penduduk saat ambulans bergegas ke tempat kejadian.

Sementara itu, IDF dalam pernyataannya mengklaim pasukannya ‘menyerang pusat komando Hamas’. IDF juga menuduh aktivitas di sana sebagai ‘pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Lebanon’, serta merupakan ancaman terhadap Israel.

Hamas dalam sebuah pernyataan mengutuk serangan itu, yang dikatakannya menyebabkan korban di kalangan “warga sipil”.

Mereka menganggap tuduhan Israel sebagai alasan yang lemah. Mereka mengatakan bangunan yang menjadi target tersebut adalah milik pasukan keamanan gabungan yang bertugas menjaga keamanan dan stabilitas di kamp pengungsi terbesar di Lebanon.

Kamp pengungsi Palestina yang ada sejak 1948 juga menjadi sasaran Israel pada November tahun lalu dengan dalih menyasar Hamas. Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan dalam kurun waktu tersebut sudah ada 13 orang yang meninggal dunia, 11 diantaranya adalah anak-anak.

(anak-anak)


Exit mobile version