Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Sejumlah negara telah mengeluarkan peringatan darurat agar warganya segera meninggalkan negaranya Irandi tengah meningkatnya ancaman serangan Amerika Serikat.
Hingga saat ini, beberapa negara seperti Swedia, Serbia, Jerman, Polandia, dan Korea Selatan telah mendesak warganya untuk meninggalkan Iran.
Seruan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya militerisasi dan memburuknya situasi keamanan di wilayah tersebut.
Presiden AS Donald Trump telah memberikan ultimatum kepada Iran untuk menyetujui perundingan nuklir dalam waktu 10 hari. Putaran ketiga perundingan nuklir AS-Iran rencananya akan digelar pekan ini di Jenewa, Swiss.
Negara-negara berikut telah mendesak warganya untuk meninggalkan Iran.
Jerman
Kedutaan Besar Jerman di Teheran pada Jumat (20/2) kembali mengimbau warga Jerman untuk segera meninggalkan Iran, karena risiko meningkatnya ketegangan di kawasan meningkat.
“Situasi keamanan di Iran dan seluruh kawasan sangat tidak stabil. Bentrokan militer tidak bisa dikesampingkan. Pembatasan lalu lintas udara lebih lanjut, termasuk pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara, dapat terjadi kapan saja,” demikian pernyataan yang dikutip Middle East Monitor.
Kedutaan juga mengatakan layanan bantuan konsuler di Teheran saat ini hanya dapat diberikan secara terbatas.
Seruan terbaru ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat pagi bahwa ia sedang mempertimbangkan opsi serangan militer untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan.
Serbia
Serbia telah mendesak warganya di Iran untuk meninggalkan negara itu, menyusul memburuknya situasi keamanan akibat ketegangan antara Teheran dan Washington mengenai program nuklir.
Kementerian Luar Negeri Serbia menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat, dan meminta mereka yang berada di sana untuk segera meninggalkan negara tersebut.
“Karena situasi keamanan yang memburuk, warga Serbia tidak disarankan melakukan perjalanan ke Iran,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip Gulf News.
“Setiap orang yang berada di Iran harus segera meninggalkan negara itu,” tambahnya.
Swedia
Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran pada Jumat (20/2), karena risiko meningkatnya ketegangan di kawasan meningkat.
“Situasi di Iran dan kawasan sangat tidak menentu. Oleh karena itu, saya ingin menekankan pentingnya imbauan Kementerian Luar Negeri untuk tidak pergi ke Iran, dan menghimbau warga Swedia yang berada di sana untuk segera meninggalkan negaranya,” tulis Stenergard, di media sosial X, dikutip Anadolu Agency.
Stenergard juga menegaskan, jalur keluar dari Iran masih terbuka, baik melalui jalur udara maupun darat, sehingga warga diminta memanfaatkan kesempatan ini selagi bisa.
“Orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal harus memikul tanggung jawab pribadi yang besar, karena pemerintah tidak akan bisa mengevakuasi Iran,” katanya.
Polandia
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk meminta seluruh warganya segera meninggalkan Iran, menyusul sinyal aksi militer dari Presiden AS Donald Trump, pada Kamis (19/2).
“Semua yang masih berada di Iran harus segera pergi, dan dalam keadaan apa pun tidak boleh ada orang yang merencanakan perjalanan ke negara itu,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip AFP.
“Kemungkinan konflik sangat nyata, dan dalam beberapa jam ke depan, puluhan atau puluhan jam, evakuasi mungkin tidak lagi menjadi pilihan,” tambahnya.
Ini adalah kali kedua dalam beberapa bulan terakhir pemerintah Polandia meminta warganya meninggalkan negaranya.
India
Kementerian luar negeri India mendesak warganya untuk meninggalkan Iran, di tengah kekhawatiran kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
“Mengingat situasi yang berkembang di Iran, warga negara India yang saat ini berada di Iran… disarankan untuk meninggalkan Iran dengan sarana transportasi apa pun yang tersedia, termasuk penerbangan komersial,” kata Kedutaan Besar India di Teheran dalam sebuah postingan di media sosial.
Kementerian Luar Negeri India memperkirakan ada sekitar 10.000 warga negaranya di Iran.
“Semua warga India dan PIO (orang keturunan India) harus berhati-hati, menghindari area protes atau demonstrasi, tetap berhubungan dengan Kedutaan Besar India di Iran dan memantau media lokal untuk mengetahui perkembangan apa pun,” tambahnya.
Korea Selatan
Kedutaan Besar Korea Selatan di Iran memperingatkan warganya bahwa keamanan di Iran dapat memburuk dengan cepat.
Korea Selatan mendesak warganya untuk memantau dengan cermat laporan media dan peringatan kedutaan, serta mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan mereka sendiri.
“Laporan media baru-baru ini menyoroti meningkatnya ketegangan regional, mengutip kemungkinan serangan AS terhadap Iran dan peringatan pembalasan dari Teheran,” kata kedutaan.
Kedutaan menyarankan warga Korea Selatan yang saat ini berada di Iran untuk meninggalkan negara itu “sesegera mungkin” kecuali keberadaan mereka sangat penting.
(rnp/dna)

