Site icon Pahami

Berita Serang Sekolah di Iran hingga Ratusan Siswi Tewas, Ini Dalih AS

Berita Serang Sekolah di Iran hingga Ratusan Siswi Tewas, Ini Dalih AS


Jakarta, Pahami.id

Menteri Luar Negeri Amerika SerikatMarco Rubio berpendapat bahwa AS tidak pernah menargetkan sekolah-sekolah di negara tersebut Iran setelah serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu (28/2) menewaskan lebih dari 160 siswi.

Serangan Israel-AS terhadap Iran menghancurkan sekolah dasar perempuan di kota Minab, Iran selatan. Berdasarkan laporan Reuters, lebih dari 160 siswi tewas akibat serangan Israel dan AS.


Insiden tersebut dikutuk oleh badan kebudayaan dan pendidikan PBB, UNESCO, dan aktivis pendidikan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai. Menyerang institusi pendidikan, rumah sakit, atau bangunan publik lainnya dengan sengaja merupakan kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional.

Namun Rubio berargumen bahwa Israel dan AS tidak pernah menargetkan sekolah ketika menyerang Iran. Terlepas dari kenyataan bahwa serangan Israel dan AS menghancurkan sekolah tersebut, menewaskan lebih dari 160 gadis Iran.

“Departemen Perang akan menyelidikinya jika itu adalah serangan kami, dan saya akan menyampaikan pertanyaan Anda kepada mereka,” kata Rubio pada hari Senin ketika ditanya tentang insiden tersebut.

“Amerika Serikat tidak akan dengan sengaja menargetkan sekolah,” tambah Rubio, dikutip Reuters.

Komando Pusat AS sebelumnya mengatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan korban sipil di Iran akibat operasi militer yang sedang berlangsung. Sementara itu, Pentagon belum membicarakan ratusan anak sekolah Iran yang tewas akibat serangan AS dan Israel.

“Ini akan sangat tragis, tapi saya tidak bisa membicarakan detail di baliknya karena saya tidak punya apa-apa [informasinya]. Akan sangat tragis jika hal itu terjadi. “Saya tidak tahu detail penyebabnya, tapi yang jelas Amerika Serikat tidak sengaja menyasar sekolah,” kata Rubio.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk pembangunan perdamaian, Rosemary DiCarlo, mengaku mengetahui laporan dari Iran tentang kematian akibat serangan Israel dan AS. DiCarlo mengklaim para pejabat AS mengatakan mereka sedang menyelidiki laporan tersebut.

(hari/hari)



Exit mobile version