Jakarta, Pahami.id —
Milik kapal induk terbesar Amerika SerikatUSS Gerald R Ford, akhirnya kembali ke AS setelah menyelesaikan misi tempur Iran.
Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon menyatakan, USS Gerald R Ford dikembalikan ke tanah air pada Sabtu (16/5) setelah ditugaskan selama 326 hari. Dengan tenaga nuklir, USS Gerald R Ford dapat mengarungi lautan selama bertahun-tahun.
Mulanya modifikasi
Sejarah pembangunan kapal induk Amerika dimulai pada pertengahan abad ke-20.
Pada tahun 1922, Amerika Serikat mengubah kapal pengangkut batu bara menjadi kapal induk pertamanya. USS Langley (CV-1) segera diikuti oleh Lexington dan Saratoga, dua kapal penjelajah yang telah diubah.
Dengan ketiga kapal tersebut, Amerika tidak hanya mampu bersaing dengan Inggris Raya, tetapi juga dengan Jepang yang angkatan lautnya menguasai wilayah barat Samudera Pasifik.
Di antara dua perang besar tersebut, ketiga kekuatan angkatan laut ini bergabung dengan Italia dan Prancis untuk mencoba membatasi ukuran dan biaya armada mereka, sebagaimana dikutip oleh halaman yang secara khusus membahas kapal induk, www.fordlibrarymuseum.gov.
Mereka menandatangani Perjanjian Washington pada tahun 1922, yang membatasi tonase kapal perang, yang masih dianggap sebagai andalan semua angkatan laut. Namun, kapal induk juga dibatasi oleh perjanjian tersebut.
Perjanjian Washington tidak tertandingi selama dua belas tahun. Amerika Serikat mulai membangun kapal induk yang lebih besar pada tahun 1937, dan mulai menggunakannya pada tahun 1941 setelah serangan terhadap Pearl Harbor.
zaman nuklir
Seiring dengan semakin intensifnya era perang dingin dan perlombaan senjata nuklir, AS juga mengembangkan kapal induk bertenaga nuklir.
USS Enterprise (CVN-65) diluncurkan pada tahun 1961, menjadi kapal induk bertenaga nuklir pertama di dunia.
Tenaga nuklir memungkinkan kapal berlayar bertahun-tahun tanpa mengisi bahan bakar.
Selanjutnya dikembangkan kelas Nimitz yang menjadi standar armada kapal induk AS selama beberapa dekade.
Terdapat 10 kapal kelas Nimitz yang dibangun, dengan USS Nimitz menjadi kapal induk tertua yang masih beroperasi hingga saat ini.
Nah USS Gerald R. Ford (CVN 78) mirip dengan kapal induk kelas Nimitz. Setiap lambung memiliki desain dan panjang yang serupa, masing-masing dapat meluncurkan empat pesawat dari deknya, dan masing-masing dapat mencapai kecepatan lebih dari 30 knot di laut.
Namun Ford adalah andalan di abad baru. Ford mampu meluncurkan empat pesawat bermuatan penuh.
(imf/bac)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

