Jakarta, Pahami.id —
Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan perang berpotensi meluas dan melibatkan banyak negara.
Pernyataan tersebut disampaikan SBY dalam podcast di YouTube bertajuk “Sikap SBY: Perang di Timur Tengah: Siapa yang Menang?”
“Jika perang di Timur Tengah semakin meluas, semakin besar, tentu akan berdampak pada kehidupan, tidak hanya di kawasan Timur Tengah tetapi di banyak tempat di dunia,” kata mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.
“Bisa (tumbuh). Mungkin sekarang sudah mulai tumbuh, berkembang seperti itu,” ujarnya lagi.
SBY mengaku terus mengikuti perkembangan konflik Amerika Serikat dengan Israel dan Iran sejak Sabtu (28/2).
Menurutnya, konflik ketiga negara kini semakin kompleks karena melibatkan negara-negara yang tadinya netral namun akhirnya harus bertindak membela diri.
“Ternyata ini memang terjadi, sehingga mereka yang tadinya bisa bilang tidak ikut harus ikut terlibat. Nah, ini benar-benar sekarang perang regional, yang saya lihat ada balasannya,” ujarnya.
“Negara-negara Teluk yang diserang Iran, misalnya Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, Oman, dan yang tidak saya sebutkan sebelumnya, tentunya juga menjunjung tinggi kedaulatannya dan melakukan tindakan pembalasan,” imbuhnya.
Dalam video tersebut, SBY juga khawatir pos Inggris di Siprus juga akan menjadi sasaran penyerangan.
“Jika ada anggota NATO yang diserang oleh negara tertentu, maka negara anggota NATO tersebut harus bekerja sama dengan Inggris untuk melawan negara yang menyerang posisi Inggris,” ujarnya.
Menurutnya, keadaan akan semakin berbahaya jika NATO ikut terlibat dalam konflik tersebut.
“Kalau pihak luar Timur Tengah masuk, dan kalau misalnya anggota NATO bergabung di sana, bagaimana dengan Rusia? Bagaimana dengan China? Bagaimana dengan Korea Utara? Saya kira ini berbahaya sekali,” kata SBY.
“Jika hal itu terjadi, maka Timur Tengah akan menjadi titik nyala yang bisa memicu perang yang lebih besar,” tambahnya.
Katanya, perang dunia ketiga bisa terjadi meski bisa dicegah.
(rnp/bac)

