Site icon Pahami

Berita Ribuan Desa Terdampak Bencana Aceh Dapat Daging Meugang Sebelum Puasa

Berita Ribuan Desa Terdampak Bencana Aceh Dapat Daging Meugang Sebelum Puasa


Banda Aceh, Pahami.id

Pemerintah pusat memastikan penyaluran bantuan ternak untuk tradisi Meugang ke ribuan desa di Aceh ke depan bulan suci Ramadhan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pendistribusian daging sapi untuk tradisi Meugang telah dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan pimpinan MPR RI.


Untuk daging sapi, daging tradisional Meugang rencananya sekitar tiga ribu desa. Ini sudah diatur oleh Mensesneg dan Ketua MPR juga paham, kata Tito usai menggelar rapat koordinasi dengan MPR RI dan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2).

Tito berharap bantuan ini bisa segera disalurkan ke kabupaten-kabupaten melalui bupati. Menurutnya, bupati mempunyai peran penting dalam mempercepat pengadaan sapi dan pendistribusiannya ke desa.

“Kami berharap bisa secepatnya diserahkan ke bupati. Bupati benar-benar segera mendapatkan sapinya, baru setelah itu dibagikan ke desa-desa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengatakan, pemerintah pusat resmi menyetujui bantuan sapi Meugang ke Aceh.

Persetujuan ini, kata dia, merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan masyarakat Aceh jelang Ramadhan.

Soal ternak, kami mendapat laporan dari Ketua Satgas bahwa Presiden telah menyetujui 1.455 ekor sapi untuk Aceh, kata Fadhlullah di lokasi yang sama.

Ditegaskannya, Meugang bukan sekedar tradisi tahunan, namun memiliki nilai sakral dan sosial yang kuat bagi masyarakat Aceh. Oleh karena itu, Pemprov berharap pasokan daging sapi menjelang Ramadhan ini mencukupi dan tersebar ke seluruh provinsi.

“Meugang merupakan tradisi sakral masyarakat Aceh. Semoga dengan bantuan ini kebutuhan daging menjelang Ramadhan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Tradisi Meugang

Meugang, merupakan tradisi budaya masyarakat Aceh yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan selalu dirayakan dua atau tiga hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini identik dengan kebersamaan, dengan menyantap daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan berbagai cara. Kegiatan ini diyakini sudah ada sejak zaman kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke-16 Masehi.

Hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Aceh. Hal ini terlihat, saat memasuki hari Meugang, masyarakat berbondong-bondong membeli daging sapi dan kerbau. Masyarakat tak peduli dengan harga daging yang bisa naik hingga 100 persen jika dijual.

Selama hari Meugang bisa diikuti bersama anggota keluarga, pada hari Meugang awalnya harga daging hanya berkisar Rp. 130 ribu per kilo, tapi kalau Meugang bisa mencapai Rp. 250 ribu perkilonya.

(fra/dra/fra)


Exit mobile version