Site icon Pahami

Berita RI Bisa Tarik Pasukan dari ISF Kapan Saja Jika Menyimpang

Berita RI Bisa Tarik Pasukan dari ISF Kapan Saja Jika Menyimpang


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri (Kementerian Luar Negeri) memastikan bahwa Indonesia dapat mengakhiri keikutsertaan militer Indonesia dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) sewaktu-waktu, apabila menyimpang atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.

Hal ini tertuang dalam salah satu poin pernyataan Kementerian Luar Negeri yang menjelaskan posisi Indonesia terkait ISF.

Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa segala kemungkinan partisipasi dalam ISF berada di bawah kendali penuh nasional Indonesia, berdasarkan mandat resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025), kebijakan luar negeri independen yang aktif, dan hukum internasional.


Indonesia akan mengakhiri keikutsertaannya apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari national caveats Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri yang dikutip Sabtu (14/2).

Dalam pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri juga menegaskan kehadiran pasukan Indonesia di Gaza bukan untuk misi tempur atau misi demiliterisasi, melainkan berdasarkan mandat kemanusiaan.

Selain itu, tentara Indonesia yang tergabung dalam ISF juga dipastikan tidak akan berpihak pada pihak manapun, dan akan menggunakan kekuatan yang sangat terbatas.

“Penggunaan kekerasan hanya diperbolehkan untuk membela diri dan mempertahankan amanah, dilakukan secara proporsional, bertahap, sebagai upaya terakhir, dan sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan Rules of Engagement,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.

Wilayah penempatan militer secara khusus terbatas di Gaza, dan hanya dapat dilaksanakan dengan persetujuan Otoritas Palestina sebagai syarat dasar.

Partisipasi Indonesia didasarkan pada prinsip menghormati kedaulatan Palestina dan hak menentukan nasib sendiri rakyat Palestina, lanjut pernyataan itu.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirimkan sekitar 8 ribu tentara ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari ISF. Prasetyo mengatakan, saat ini Indonesia masih mempersiapkan skema penempatan militer termasuk komposisi anggota dari masing-masing negara yang terlibat.

Ia memperkirakan sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

Itu bagian dari aparat keamanan, kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

“Belum, sedang dibahas. Tapi ada kemungkinan kita (kirim) kurang lebih 8 ribu. Total (tentara) 20 ribu,” kata Pras.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/dna)


Exit mobile version