Site icon Pahami

Berita Rezim Iran Ditakdirkan untuk Jatuh

Berita Rezim Iran Ditakdirkan untuk Jatuh


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu kata rezim Iran pada akhirnya akan jatuh.

Bahkan Netanyahu menilai Iran telah membayar “harga” yang sangat tinggi atas perang dan konflik yang terjadi di Timur Tengah selama ini.


Fondasi rezim terorisme di Iran telah retak. Iran tidak akan pernah kembali seperti dulu, dan saya beritahu Anda, rezim ini ditakdirkan untuk jatuh,” kata Netanyahu dalam postingannya di X, Selasa (2/6).

Pernyataan tersebut dilontarkan Netanyahu saat dikabarkan AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan dalam perundingan, yang diperkirakan akan mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari.

Netanyahu dikabarkan kecewa setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belakangan ini bersikap lunak terhadap Iran demi mencapai kesepakatan dengan negara tersebut.

Sejumlah sumber Israel menyebut Netanyahu merasa diabaikan Trump setelah dikucilkan dari proses perundingan AS-Iran.

Laporan CNN pada Jumat (29/5), terungkap bahwa sejak gencatan senjata AS-Iran pada April lalu, Netanyahu berulang kali meminta Trump melanjutkan operasi militer dengan alasan serangan lanjutan masih bisa menggulingkan rezim Teheran.

Namun, Gedung Putih tidak acuh dan malah mendekati Iran.

Menurut sumber, Netanyahu khawatir kesepakatan AS-Iran akan mengesampingkan kekhawatiran utama Israel, yaitu program uranium dan rudal Iran oleh Teheran dan proksi regionalnya.

“Ada kekhawatiran nyata bahwa Trump akan menyetujui kesepakatan yang buruk,” kata seorang pejabat Israel.

“Kalau kesepakatan yang dicapai memuat jaminan bahwa uranium Iran akan dihilangkan, kami bisa menerimanya. Tapi kalau hanya sekedar pernyataan niat, Iran bisa mempermainkan Amerika dan pada akhirnya tidak akan menghentikan program uraniumnya,” lanjutnya.

Iran telah berulang kali menekankan bahwa persediaan uraniumnya bukan bagian dari kesepakatan yang sedang dinegosiasikan dengan AS.

Trump mengatakan pengayaan uranium Iran harus dihentikan sepenuhnya dan diserahkan kepada AS. Namun baru-baru ini, Trump telah mengisyaratkan fleksibilitas.

Seorang pejabat Israel secara terbuka mengatakan bahwa sikap Trump adalah pengkhianatan terhadap Israel.

“Jadi seperti ini rasanya dikhianati oleh Trump,” kata pejabat yang menolak disebutkan namanya.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version