Jakarta, Pahami.id —
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit yang memberikan keringanan utang hingga 10 juta rubel atau setara dengan US$139.273 (Rp 2,48 miliar) bagi tentara baru yang akan direkrut untuk berperang. Ukraina.
Berdasarkan keputusan itu, dikutip dari DWanggota baru yang menandatangani kontrak setelah 1 Mei 2026 dan memiliki utang hingga 10 juta rubel akan dibatalkan. Dengan ketentuan utang tersebut telah dilunasi oleh yang bersangkutan sebelum tanggal 1 Mei 2026.
Syarat lain untuk mendapat keringanan utang adalah kontrak minimal satu tahun. Kemudian, kontrak tersebut juga harus ditujukan untuk melaksanakan tugas operasi khusus militer, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi istilah Rusia untuk invasi ke Ukraina.
Keputusan ini tidak hanya berlaku bagi para prajurit tersebut, namun juga berlaku bagi rekannya.
Selain keputusan keringanan utang, Putin juga mendorong peraturan yang mengizinkan pengerahan angkatan bersenjata di luar Rusia untuk melindungi rakyat Rusia di hadapan keadilan di negara lain.
Aturan tersebut dikatakan mengizinkan Rusia melakukan intervensi militer di negara lain, di mana kebebasan warga negara Rusia terancam oleh proses peradilan atau penahanan yang dilakukan tanpa izin Rusia atau di luar hukum internasional.
Ketua komite pertahanan parlemen Rusia, Andrey Kartapolov, menyatakan bahwa aturan ini akan memungkinkan Rusia untuk melakukan intervensi dalam kasus-kasus seperti yang terjadi pada arsitek Rusia Alexander Butyagin yang ditangkap di Polandia pada tahun 2025.
Kini, Butyagin dibebaskan pada April lalu sebagai bagian dari pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina.
Perang antara Rusia dan Ukraina sudah berlangsung sejak tahun 2022. Bermula ketika Rusia ingin mengambil alih Semenanjung Krimea di Ukraina.
Ribuan warga sipil dan tentara tewas akibat perang tersebut. Komunitas internasional juga berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen. Bahkan ada yang mengajukan proposal perdamaian untuk mengakhiri perang. Namun, tidak ada satupun usulan yang diterima oleh kedua belah pihak.
Baru-baru ini, Moskow bahkan memperingatkan orang asing yang tinggal di Kyiv untuk segera pergi karena rencana serangan sistematis yang dilakukan Moskow.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pihaknya akan menargetkan “lokasi tertentu” seperti tempat UAV dirancang, diproduksi, diprogram, dan siap digunakan.
(mnf/tidak)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

