Site icon Pahami

Berita Puluhan Warga Sipil Afghanistan Tewas Akibat Serangan Udara Pakistan

Berita Puluhan Warga Sipil Afghanistan Tewas Akibat Serangan Udara Pakistan


Jakarta, Pahami.id

Pakistan meluncurkan serangkaian serangan udara lintas batas yang menargetkan “kamp pelatihan dan tempat persembunyian teroris” di Afghanistan timur pada Minggu (22/2).

Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan “puluhan” warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan terluka dalam insiden tersebut.

Serangan itu terjadi pada awal bulan suci Ramadhan dan merupakan eskalasi terbesar sejak bentrokan perbatasan pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua belah pihak.


Islamabad menyatakan, operasi udara menghantam tujuh lokasi di sepanjang wilayah perbatasan. Serangan tersebut diduga sebagai balasan atas serangkaian bom bunuh diri yang mengguncang Pakistan baru-baru ini.

Seperti diberitakan AFPPakistan dalam pernyataannya mengatakan operasi berbasis intelijen ini menargetkan tujuh kamp milik Taliban Pakistan (TTP) dan sekutu regional kelompok ISIS.

Selain itu, Pakistan menuduh otoritas Taliban di Afghanistan gagal mengambil tindakan terhadap kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang Pakistan, meskipun telah berulang kali diperingatkan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan membantah klaim Pakistan dan menyatakan bahwa serangan itu benar-benar menghantam madrasah dan rumah tinggal di provinsi Nangarhar dan Paktika.

Juru bicara kepolisian Nangarhar, Sayed Tayeeb Hammad, mengatakan di dalam sebuah rumah terdapat 23 anggota keluarga, lima di antaranya dievakuasi karena mengalami luka-luka.

Wartawan melaporkan bahwa warga di Distrik Bihsud menggunakan alat berat dan sekop untuk mencari mayat di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat pemboman tengah malam.

Pemerintah Afghanistan mengecam keras tindakan tersebut dan berjanji akan memberikan “respon yang tepat dan terukur”. Hubungan kedua negara terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada tahun 2021.

Berbagai upaya diplomasi telah dilakukan, termasuk ketika Qatar dan Türkiye menjadi perantara gencatan senjata, namun gagal mencapai kesepakatan jangka panjang.

Baru-baru ini, Arab Saudi membantu membebaskan tiga tentara Pakistan yang ditangkap di Afghanistan sejak Oktober lalu. Ketegangan tersebut menyebabkan ditutupnya perbatasan darat selama berbulan-bulan sehingga berdampak pada sektor perekonomian masyarakat di kedua negara.

Islamabad melancarkan serangan tersebut menyusul serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua minggu lalu yang menewaskan sedikitnya 40 orang, serangan paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak 2008. ISIS-Khorasan mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

(Wow)


Exit mobile version