Jakarta, Pahami.id —
Puasa Ramadhan 2026 (1447 Hijriah) di beberapa negara Arab akan dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, 12-13 jam.
Dan puasa juga akan dilakukan pada cuaca yang lebih sejuk karena bertepatan dengan musim dingin.
Dikutip dari teluknews.comKarena Ramadhan melewati berbagai musim, waktu puasa di Arab Saudi semakin singkat setiap tahunnya. Tren ini akan berlanjut hingga 1454 Hijriah (2032), ketika Ramadhan akan jatuh pada bulan Desember, bulan dengan jam siang terpendek, menurut Dr Abdullah Al Misnad, mantan profesor iklim di Universitas Qassim.
Perbedaan jangka waktu puasa di setiap negara ditentukan oleh letak geografis. Negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa relatif stabil. Sedangkan yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di selatan atau utara, waktu puasanya lebih bervariasi.
Namun karena Ramadhan tahun ini jatuh pada musim dingin, beberapa negara Muslim seperti di Timur Tengah dan Afrika Utara akan berpuasa dalam waktu yang lebih singkat. Mesir misalnya akan berpuasa selama 12 jam 40 menit.
Hal serupa juga terjadi di beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman yang akan berpuasa selama 12-13 jam dengan sedikit variasi perbedaan waktu di beberapa kota.
Secara umum Ramadhan 2026 akan memiliki keseimbangan siang dan malam yang sama, terutama di beberapa negara Muslim.
Kapan kamu berpuasa?
Arab Saudi biasanya menetapkan tanggalnya sehari sebelum puasa. Namun Departemen Astronomi dan Ilmu Luar Angkasa Universitas King Abdulaziz memperkirakan puasa akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari, menurut pengamatan yang dilakukan oleh Departemen Astronomi dan Ilmu Luar Angkasa di Universitas King Abdulaziz, dikutip dari laman tersebut. kaliofriyadh.com.
Hal ini didasarkan pada perhitungan astronomi dan pengamatan fase bulan tertentu dan tanda-tanda terkait. Artinya, tanggalnya mungkin berbeda satu atau dua hari.
(imf/bac)

