Site icon Pahami

Berita Profil Ali Saath, Ketua Komite yang Ditunjuk Pimpin Pembangunan Gaza

Berita Profil Ali Saath, Ketua Komite yang Ditunjuk Pimpin Pembangunan Gaza


Jakarta, Pahami.id

Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) Ali Shaath menjadi fokus setelah berpartisipasi dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian) di Amerika Serikat pada Kamis (19/2).

Dalam pertemuan tersebut, Shaath menjelaskan situasi umum Jalur Gaza, Palestina.

“Sebagian besar Jalur Gaza mengalami kerusakan parah, bahkan kehancuran. Kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak. Perdamaian dan keamanan masih rapuh,” ujarnya, dikutip CNN.


Shaath juga mengatakan penting untuk memulihkan perekonomian di Gaza dengan menciptakan lapangan kerja yang layak dan memulihkan layanan dasar.

NCAG adalah bagian dari Fase Kedua Rencana Komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik Gaza. Badan tersebut bertanggung jawab untuk memulihkan listrik, air, layanan kesehatan, layanan pendidikan dan mengawasi keamanan publik di Gaza.

Pembentukan NCAG juga disebut-sebut bertujuan untuk menggantikan pemerintahan Hamas dengan pemerintahan teknokratis. Jika keadaan membaik, mereka akan mengalihkan pemerintahan ke Otoritas Palestina.

Profil Ali Shaath?

Shaath lahir di Khan Younis, Gaza, pada tahun 1959. Ia berasal dari klan yang memiliki hubungan dengan partai Fatah pimpinan Mahmoud Abbas.

Ia juga merupakan keponakan anggota senior Fatah dan penasihat presiden, Nabil Shaath, seperti dikutip situs European Foreign Relations Think Tank.

Shaath belajar di luar negeri dan memperoleh gelar sarjana teknik sipil di Universitas Ain Sham, Kairo, Mesir pada tahun 1982. Empat tahun kemudian, ia memperoleh gelar master di bidang yang sama.

Kemudian pada tahun 1989, Shaath menerima gelar doktor di bidang teknik sipil di Queen’s University, Inggris, dengan spesialisasi perencanaan infrastruktur dan pembangunan perkotaan.

Rekor kinerja di pemerintahan Palestina

Di dunia kerajaan, Shaath ada dimana-mana. Selama bertahun-tahun, ia memegang beberapa posisi senior di Otoritas Palestina, termasuk wakil sekretaris di Kementerian Perencanaan dan Kerja Sama Internasional dan Kementerian Transportasi.

Ia kerap membuat kebijakan terkait perencanaan pembangunan, jaringan transportasi, dan koordinasi dengan donor internasional.

Shaath juga menjabat sebagai kepala Otoritas Zona Bebas dan Kawasan Industri Palestina. Di sini, ia berperan penting dalam mengelola dan mengembangkan kawasan industri di seluruh wilayah Palestina.

Tak hanya itu, para teknokrat ini juga berkontribusi dalam penguatan kapasitas industri dan menandatangani perjanjian kerja sama dengan lembaga akademis untuk mendukung sektor industri.

Pada tahun 2005, Shaath menjadi anggota komite Palestina yang terlibat dalam negosiasi status akhir, dengan fokus utama pada masalah perbatasan dan akses maritim, isu-isu yang dianggap penting bagi kedaulatan ekonomi dan mobilitas Palestina.

Meski memegang posisi senior di pemerintahan, Shaath tidak dikenal karena keterlibatannya dalam politik faksi. Ia sebenarnya lebih dikenal sebagai administrator teknokratis dibandingkan tokoh politik, seperti dikutip Anadolu Agency.

(isa/dna)


Exit mobile version