Site icon Pahami

Berita Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal Masjid San Diego

Berita Profil 3 Korban Tewas Penembakan Massal Masjid San Diego

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Insiden penembakan di Kompleks Masjid San Diego, California, Amerika Serikat yang menewaskan lima orang termasuk dua pelaku mendapat kecaman dari banyak pihak.

Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi insiden penembakan di Islamic Center San Diego pada Senin (18/5) sebagai insiden yang “mengerikan”.

Dua tersangka juga ditemukan tewas di dalam mobil beberapa blok dari lokasi kejadian. Polisi yakin keduanya meninggal karena bunuh diri.


Walikota San Diego Todd Gloria menegaskan bahwa “kebencian tidak mempunyai tempat” di kota.

“Saya ingin meyakinkan komunitas Muslim bahwa kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa Anda merasa aman di kota ini, dan tidak ada sumber daya yang tersisa untuk memastikan bahwa lembaga dan lokasi keagamaan kami terlindungi di masa sensitif ini,” kata Gloria.

Sementara itu, Direktur Islamic Center San Diego Imam Taha Hassane mengecam keras penembakan ini.

“Keterlaluan jika menyasar tempat ibadah,” katanya dalam konferensi pers tak lama setelah insiden penembakan.

Sementara itu, dua remaja penembak ditemukan tewas akibat luka tembak yang dilakukan sendiri. Polisi telah menyelidiki serangan itu sebagai kejahatan rasial.

Profil ketiga korban tewas

Ketiga korban meninggal tersebut merupakan jamaah haji yang setiap hari datang ke kompleks Islamic Center. Al Jazeera menghadirkan tiga profil jamaah haji yang disebut-sebut berperilaku heroik.

1. Mansour Kaziha, 78 tahun.

Dia diidentifikasi sebagai Abu Ezz, seorang pegawai lama masjid yang telah menelepon polisi sebelum dia dibunuh. Kaziha, yang berasal dari Suriah, sudah menikah dan memiliki lima anak yang sudah dewasa.

“Dia adalah pilar, tokoh penting di masjid ini,” kata ketua dewan direksi masjid, Ahmed Shabaik. Al Jazeera.

Shabaik mengatakan, Kaziha telah berada di masjid tersebut sejak dibangun pada tahun 1980-an.

“Dia melakukan segalanya di masjid, semua kebutuhan sehari-hari. Dia juga mengelola toko suvenir di dalam masjid dan bertanggung jawab atas semua masakan selama Ramadhan untuk berbuka puasa dan membuat makanan sahur,” kata Shabaik.

Yasser Kaziha, putra Mansour Kaziha, menggambarkan ayahnya tidak hanya sebagai tokoh masyarakat, tetapi juga “tokoh penting dalam keluarga kami”.

“Dia mengajarkan kita untuk mengantisipasi kesulitan dan mengatasinya untuk mencapai tujuan pribadi kita, seperti yang dia lakukan,” kata Yasser Kaziha.

2. Nader Awad, 57 tahun.

Nader Awad tinggal di seberang Kompleks Pusat Islam San Diego. Tak heran jika Awad sering berdoa di sana setiap hari.

Saat mendengar suara tembakan, Awad berlari menuju gedung tempat istrinya mengajar di sekolah tersebut.

“Dia meninggalkan rumahnya, mencoba pergi dan melakukan sesuatu untuk membantu,” kata imam masjid Taha Hassane.

Berbicara pada konferensi pers Selasa lalu, Hassane mengatakan, istri Awad adalah seorang guru di sebuah sekolah Islam, dan dia adalah anggota masyarakat yang taat.

3. Abdullah, 51 tahun.

Dia adalah satpam di Komplek Masjid. Profil Facebook yang terhubung dengannya memiliki 1.800 pengikut dan mencantumkan Abdullah sudah menikah.

Laporan media lokal menyebutkan bahwa Abdullah adalah ayah dari delapan anak.

Para pejabat AS mengatakan para penjaga “memainkan peran penting” dalam mencegah serangan tersebut menjadi “lebih buruk”.

“Adalah adil untuk mengatakan bahwa tindakannya heroik. Tidak diragukan lagi dia menyelamatkan nyawa hari ini,” kata Kepala Polisi San Diego Scott Wahl pada konferensi pers.

Putrinya, Hawaa Abdullah, dikelilingi oleh anggota keluarganya pada konferensi pers, mengatakan bahwa ayahnya penuh kasih dan suportif, seorang “teman baik” dan panutan.

Hawaa menjalankan tugasnya untuk melindungi masyarakat dengan sangat serius sehingga terkadang dia tidak makan selama jam kerja, kata Hawaa.

“Dia (Abdullah) ingin menyimpan makanannya sampai selesai bekerja karena takut kalau istirahat akan terjadi hal buruk,” ujarnya.

(imf/bac)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version