Site icon Pahami

Berita Pria Dalam Video Aksi di Mabes Polri Bukan Mahasiswa UI

Berita Pria Dalam Video Aksi di Mabes Polri Bukan Mahasiswa UI


Jakarta, Pahami.id

Universitas Indonesia (UI) menyatakan, pria berjas almamater kuning yang terlibat ketegangan dengan aparat saat demonstrasi di Mabes Polri, Jumat (27/2) lalu, bukanlah mahasiswa UI.

Ketegangan antara pria berjaket kuning UI dan seorang petugas saat demo di Mabes Polri terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, pria berjaket kuning itu menyerang seorang polisi yang sedang mengendalikan aksinya. Pria berjaket kuning itu mengatakan, polisilah pelaku yang melakukan pemukulan terhadapnya.


UI melalui Kantor Organisasi Kemahasiswaan bersama Direktorat Publik, Media, Pemerintahan dan Hubungan Internasional segera melakukan penelusuran internal dan verifikasi menyeluruh terhadap sosok pria berjaket kuning tersebut.

Proses ini mencakup koordinasi lintas unit serta verifikasi dengan unsur kemahasiswaan di tingkat fakultas dan universitas untuk menjamin keakuratan informasi yang berkembang di ruang publik.

Direktur Publik, Media, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional Erwin Agustian Panigoro mengatakan, berdasarkan hasil komunikasi dan peninjauan dengan BEM Fakultas Ilmu Administrasi UI serta penelusuran di database resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), dipastikan individu dalam video tersebut bukan mahasiswa UI.

“Dari hasil penelusuran lebih lanjut pada sistem pendataan resmi, diketahui bahwa individu tersebut merupakan mahasiswa aktif di universitas lain, dan sama sekali tidak memiliki hubungan akademik dengan Universitas Indonesia,” ujarnya.

Erwin mengatakan, sebagai perguruan tinggi, UI menghormati kebebasan berpendapat dan hak demokrasi setiap warga negara, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan aspirasinya secara damai dan bertanggung jawab.

Namun UI menolak segala bentuk tindakan provokatif, maupun tindakan yang melanggar hukum, karena tidak mencerminkan nilai, etika, dan karakter civitas akademika UI yang menjunjung tinggi integritas, nalar kritis yang bertanggung jawab, serta menghormati hukum dan ketertiban umum.

UI juga menyampaikan keberatannya terhadap penggunaan atribut atau simbol lembaga tanpa hak dan tanpa verifikasi. Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman masyarakat dan mencoreng nama baik lembaga serta pihak-pihak yang tidak terkait.

Oleh karena itu, UI mengimbau masyarakat berhati-hati dalam menerima atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Klarifikasi ini kami berikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan nama baik Universitas Indonesia. UI berkomitmen untuk terus menjaga harkat dan martabat lembaga serta mendukung penyampaian aspirasi yang konstruktif, tertib, dan sejalan dengan prinsip demokrasi, kata Erwin.

(sudah)


Exit mobile version