Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Rencana untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump lampiran Tanah penggembalaan jadi serang Iran masih menjadi fokus akhir pekan.
Berikut sekilas berita internasional akhir pekan ini:
Negara Arab Kini Coba Blokir AS Serang Iran, Kenapa?
Beberapa negara Arab beberapa tahun lalu menilai positif serangan Amerika Serikat untuk mengubah rezim di Iran.
Namun, kini para pemimpin Arab, termasuk para penguasa Teluk yang telah lama berselisih dengan Teheran, mendesak pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk tidak menyerang Iran.
Selama dua tahun terakhir, para pemimpin Arab menyaksikan agresi Israel yang semakin terbuka, mulai dari pembantaian di Gaza, pendudukan Tepi Barat, hingga serangan langsung terhadap Qatar, sekutu AS, pada September 2025.
Prancis mengatakan ancaman tarif Trump terhadap Eropa terhadap Greenland merugikan AS
Prancis telah memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) juga akan menderita jika Presiden Donald Trump ‘menghukum’ negara-negara Eropa yang menentang rencananya mengakuisisi Greenland.
Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard menekankan bahwa Uni Eropa berpotensi melakukan serangan dari sudut pandang komersial.
Menurutnya, ancaman Trump harus ditanggapi dengan hati-hati, karena eskalasi ini bisa berakibat fatal. Namun, hal ini juga bisa berakibat fatal bagi Washington.
Presiden Suriah Tetapkan Bahasa Kurdi sebagai Bahasa Nasional
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaaresmi menetapkan bahasa Kurdi sebagai ‘bahasa nasional’ pada Jumat (16/1). Tekad ini merupakan tanda kebaikan pemerintah Suriah terhadap kelompok minoritas.
Menurut AFP, keputusan bersejarah itu dikeluarkan dalam bentuk surat keputusan. Keputusan ini merupakan pengakuan resmi pertama atas hak-hak nasional Kurdi sejak kemerdekaan Suriah pada tahun 1946.
Dekrit tersebut menyatakan bahwa suku Kurdi adalah ‘bagian penting dan penting’ di Suriah, dimana mereka telah terpinggirkan dan tertindas selama beberapa dekade di bawah pemerintahan sebelumnya.
(rds)

