Site icon Pahami

Berita PrabowoRespons Komentar Miring soal Menteri Datang ke Lokasi Bencana

Berita PrabowoRespons Komentar Miring soal Menteri Datang ke Lokasi Bencana


Jakarta, Pahami.id

Presiden Republik Indonesia Prabu Subianto menanggapi munculnya komentar miring yang mempertanyakan kehadiran menteri dan pejabat pemerintah di lokasi bencana.

Menurutnya, pandangan tersebut seringkali melihat kehadiran pemerintah dari sudut pandang negatif tanpa memahami tujuan utama kunjungan lapangan.

Jadi kalau ada, saya pernah dengar kritikan seperti ini, ‘Kenapa Pak Menteri datang ke lokasi bencana? Datang dan lihat saja’. Iya saudara-saudara semua kesusahan, Menteri tidak datang, katanya tidak masalah, kata Prabowo saat meninjau pembangunan rumah sementara korban bencana yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang), Kamis (1/1), Kamis (1/1).


Ia menjelaskan, kehadiran pejabat negara di wilayah bencana bukan sekedar kunjungan simbolis. Menurut dia, para menteri dan pimpinan lembaga ikut melihat situasi di lapangan, mencatat permasalahan, dan memastikan langkah pengendalian bisa dipercepat.

Dalam praktiknya, petugas juga berbagi wilayah dan tempat kunjungan sehingga seluruh wilayah terdampak bisa terpantau.

Prabowo menilai anggapan petugas harus terlibat langsung dalam pekerjaan fisik di lapangan adalah sebuah kesalahpahaman. Menurutnya, peran seorang pemimpin adalah mengambil keputusan berdasarkan informasi nyata yang diperoleh langsung dari lokasi.

“Menteri datang, kenapa menteri ikut? Bukan begitu. Pejabat datang, pemimpin datang, datang melihat apa yang kurang, apa masalahnya, apa yang bisa kita bantu, apa yang bisa kita kebut,” kata Presiden.

Ia juga menyinggung kecenderungan sebagian pihak yang selalu menilai kegiatan pemerintah secara negatif. Namun, Prabowo menegaskan kritik adalah bagian dari konsekuensi kepemimpinan dan tidak boleh melemahkan semangat pemerintah.

“Salah satu tugas seorang pemimpin adalah siap dimarahi, siap difitnah, tapi kita tidak boleh terpengaruh dan tidak boleh putus asa,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kritik, baik beralasan atau tidak, perlu disikapi secara proporsional. Kata dia, pemerintah terus berupaya berdasarkan situasi di lapangan, terutama dalam menangani bencana yang membutuhkan keputusan cepat.

Presiden menambahkan, masyarakat pada akhirnya menilai kinerja pemerintah dari hasil nyata di lapangan. Oleh karena itu, fokus utama para pejabat adalah memastikan bantuan tersalurkan, tempat penampungan sementara dibangun, dan kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak dipenuhi secepat mungkin.

“Orang Indonesia hanya percaya pada bukti-bukti saja. Kita sekarang sedang dalam proses pembuktian. Jadi kalau ada menteri resmi yang turun, wisatawan jangan turun, ayo lihat, catat, pahami, ambil keputusan ya,” ujarnya.

Fokus kita bagaimana kita bisa mengurangi dan meringankan penderitaan rakyat kita. Itu pemikiran kita sebagai perwira dan pemimpin, tambah Prabowo.

Ia menilai berbagai komentar sinis menjadi pengingat bagi pemerintah agar waspada dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kritik tersebut tidak boleh mempengaruhi langkah pemerintah di lapangan.

“Jadi kami anggap apa yang disampaikan itu sebagai teguran bagi kami. Tapi jangan sampai terpengaruh. Sekali lagi tidak salah kan? Nanti dicari saja, tidak apa-apa,” ujarnya.

Terkait pertanyaan mengapa bencana di Sumatera tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, Prabowo menjelaskan, keputusan tersebut mempertimbangkan besarnya dampak nasional.

Ia mengatakan, bencana tersebut berdampak serius pada tiga wilayah, namun pemerintah menilai masih mampu mengatasinya tanpa status bencana nasional.

Masalahnya kita punya 38 provinsi. Masalah ini menyangkut tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lainnya. Tapi bukan berarti kita tidak melihat ini sebagai persoalan yang sangat serius, ujarnya.

(del/th)


Exit mobile version