Site icon Pahami

Berita Polisi Geledah Rumah Eks Pangeran Inggris Andrew Buntut Kasus Epstein

Berita Polisi Geledah Rumah Eks Pangeran Inggris Andrew Buntut Kasus Epstein


Jakarta, Pahami.id

Polisi menggeledah kediaman mantan pangeran Inggris itu Andrew Mountbatten-Windsorpada Jumat (20/2), setelah fotonya keluar dari kantor polisi tersebar di surat kabar seluruh dunia.

Foto Andrew, yang disebut-sebut sebagai putra kesayangan mendiang Ratu Elizabeth, muncul di halaman depan surat kabar Inggris dan internasional dengan headline seperti “Destruction”.

Reuters melaporkan, penggeledahan dilakukan di rumahnya sebelumnya di Windsor, London barat, yang menjadi sorotan atas kasus pelanggar seks Jeffrey Epstein, serta di rumahnya saat ini, Wood Farm, Sandringham, Norfolk.


Andrew ditangkap pada hari Kamis, hari ulang tahunnya yang ke-66, karena dicurigai menyalahgunakan jabatan publik. Dia dituduh memberikan dokumen rahasia pemerintah kepada Epstein saat menjabat sebagai utusan perdagangan.

Mantan pangeran itu kemudian dibebaskan saat masih dalam penyelidikan setelah ditahan lebih dari 10 jam.

Andrew tidak didakwa, namun tampak tertekan ketika dia dibebaskan, duduk tak bernyawa di belakang Range Rover dengan mata merah dan ekspresi tidak percaya.

Sementara itu, Raja Charles, yang tahun lalu mencabut gelar pangerannya dan memindahkannya dari kediamannya di Windsor, mengatakan penangkapan itu membuatnya “sangat prihatin.”

“Hukum harus berfungsi sebagaimana mestinya. Proses yang utuh, adil dan tepat akan dilakukan oleh otoritas terkait,” tegas Yang di-Pertuan Agong.

Berita penangkapannya muncul pada Kamis pagi ketika enam mobil polisi tak bertanda dan delapan petugas berpakaian preman tiba di Wood Farm, Sandringham, tempat tinggal Andrew sekarang.

Penangkapan tersebut menunjukkan kecurigaan polisi, namun Andrew belum tentu bersalah. Jika terbukti bersalah, dia bisa dipenjara seumur hidup, dan kasusnya ditangani oleh Pengadilan Kerajaan.

Andrew selalu membantah melakukan kesalahan terkait Epstein dan menyatakan penyesalan atas persahabatan mereka.

Namun, rilis jutaan dokumen oleh pemerintah AS menunjukkan bahwa ia tetap berhubungan dengan Epstein lama setelah pemodal tersebut dihukum karena mengeksploitasi anak di bawah umur dalam prostitusi pada tahun 2008.

Dokumen tersebut juga menunjukkan Andrew mengirimi Epstein laporan pemerintah Inggris mengenai peluang investasi di Afghanistan.

Selain itu, dokumen tersebut mencakup penilaian terhadap Vietnam, Singapura dan lokasi lain yang dikunjunginya sebagai Perwakilan Khusus Pemerintah untuk Perdagangan dan Investasi.

(rnp/dna)


Exit mobile version