Site icon Pahami

Berita Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator di Tambang Emas Ilegal Madina-Tapsel

Berita Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator di Tambang Emas Ilegal Madina-Tapsel


Madinah, Pahami.id

Petugas gabungan Ditkrimsus dan Satuan Mobil Polda Sumut (Sumut) berhasil mengamankan 12 unit ekskavator dalam operasi pemberantasan penambangan emas ilegal di kawasan perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (2/3).

Operasi besar-besaran tersebut dilakukan sebagai respon polisi terhadap laporan masyarakat melalui video viral aktivitas penambangan liar di wilayah yang disebut sebagai “zona abu-abu”.

Dansat Brimob Polda Sumut Kompol Kombes Pol. Rantau Isnur Eka menjelaskan, pergerakan anggota di lapangan merupakan instruksi bertahap dari pimpinan tertinggi Polri.


Perintah langsung dari Irjen Pol melalui Kapolda Sumut yang juga kami instruksikan oleh Komandan Brimob terkait dengan viralnya video penambangan liar di wilayah abu-abu antara Madinah dan Tapsel Selatan, kata Rantau di lokasi penertiban penambangan emas ilegal.

Perjuangan tim untuk mencapai lokasi tidak mudah karena medan yang ekstrim dan sulit ditembus kendaraan biasa. Setelah berjam-jam melakukan pemetaan dan pelacakan, anggota Brimob dan Ditkrimsus harus menempuh perjalanan gaya infanteri dengan berjalan kaki selama lebih dari 12 jam.

Sementara tim pembongkaran yang menggunakan kendaraan roda dua memakan waktu sekitar tiga setengah jam karena hanya kendaraan dengan spesifikasi off-road yang bisa melewati jalur tersebut.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan penyitaan puluhan alat berat yang digunakan untuk kegiatan ilegal.

Komisaris Polisi. Rantau Isnur Eka mengatakan tim gabungan telah berhasil mendapatkan aset dan tersangka pelaku.

Alhamdulillah alhamdulillah sudah kita selamatkan 12 ekskavator dan beberapa tersangka yang mungkin memainkan perannya masing-masing. Nanti kita tidak akan selidiki Brimob, tapi Polda Sumut, ujarnya.

Meskipun para penjahat dapat mendeteksi operasi tersebut, kewaspadaan anggota di lapangan membuat upaya melarikan diri mereka gagal.

Diakui Rantau, dugaan kebocoran informasi saat penyergapan pagi hari menyebabkan para pekerja tambang bubar dan mengungsi menuju Madinah.

Namun pengejaran terus dilakukan hingga seluruh sasaran alat berat berhasil dikuasai petugas.

“Jadi, saat penyergapan pagi, ini mungkin bocor sedikit. Mereka bubar, artinya tersebar di seluruh Medina. Tapi kita kejar, sehingga berhasil mendapatkan sepuluh ekskavator di sana, dua ekskavator lagi di sana, jadi totalnya 12 ekskavator,” kata Rantau.

Saat ini seluruh barang bukti dari 12 ekskavator tersebut telah diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut untuk diselidiki dan dikembangkan lebih lanjut.

(bda/gil)


Exit mobile version