Site icon Pahami

Berita PM Xanana Desak Thailand dan Kamboja Hentikan Konflik

Berita PM Xanana Desak Thailand dan Kamboja Hentikan Konflik


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengecam dan mendesak Thailand Dan Kamboja dialog segera untuk menyelesaikan konflik antara kedua negara.

“Sebagai anggota baru ASEAN, kami selalu meminta adanya dialog, karena jika tidak ada dialog maka masing-masing pihak akan mempertahankan prinsip atau pemikirannya masing-masing,” kata Xanana usai bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (8/12).

Xanana juga menegaskan, salah satu alasan utama Timor Leste bergabung dengan ASEAN adalah untuk menunjukkan perdamaian kepada dunia bersama 10 negara Asia Tenggara lainnya.


“Kami masuk ke ASEAN untuk memberikan contoh kepada dunia bahwa 11 anggota ASEAN akan membawa perdamaian, tidak akan ada lagi konflik antar negara dan jika ada sesuatu harus ada dialog,” kata Xanana.

“Kita lihat di dunia, makanya kita di ASEAN, makanya kalau anggota ASEAN saling bertentangan (konflik), kita juga tidak mau jadi anggota ASEAN,” ujarnya.

Xanana juga turut membawa operasi militer Indonesia di Dili, Timor Leste tepat 50 tahun lalu. Bukan sebagai perayaan, namun sebagai bagian dari masa lalu dan pengingat bagaimana kedua negara kini telah bersatu untuk membangun masa depan yang cerah.

Timor Leste kini meminta Malaysia sebagai ketua ASEAN dan Filipina saat ini sebagai ketua ASEAN 2026 untuk mendorong kedua negara yang berkonflik itu untuk duduk bersama.

“Kami akan mendorong kedua wilayah untuk berdialog,” kata Xanana.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya menyampaikan seruan serupa.

Dalam pernyataan yang diunggahnya, ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dan terluka.

Anwar menyatakan, Thailand dan Kamboja merupakan dua negara yang dekat dengan Malaysia dan anggota utama ASEAN. Ia kemudian meminta kedua negara melakukan sanksi bersama dan mengutamakan dialog untuk memulihkan perdamaian.

Dalam postingan yang sama, Anwar menegaskan kawasan Asia Tenggara tidak boleh membiarkan perselisihan berubah menjadi siklus konfrontasi. Dia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghentikan pertempuran, melindungi warga sipil dan kembali ke jalur diplomatik.

Thailand dan Kamboja kembali berperang setelah seorang tentara Bangkok tewas dan empat tentara terluka dalam bentrokan perbatasan pada Senin (8/12) dini hari.

Thailand mengklaim Kamboja yang menembak lebih dulu. Namun, Kamboja membantahnya dan menuduh Thailand yang menyerang lebih dulu.

Kedua belah pihak sendiri telah berdebat selama beberapa hari.

Menyusul kematian tentara tersebut, Thailand pada hari Senin mengerahkan jet tempur F-16 untuk menyerang infrastruktur militer Kamboja di perbatasan. Sementara itu, Kamboja dilaporkan meluncurkan roket ke kawasan pemukiman Thailand di Ban Sai Tho 10, Distrik Ban Kruat, Buri Ram.

Sejauh ini, Kamboja melaporkan tiga warga sipil terluka parah dalam serangan tersebut.

Thailand dan Kamboja saat ini sedang melakukan gencatan senjata. Namun kedua negara saling tuding melanggar perjanjian yang dibuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Perang Thailand-Kamboja pertama meletus Juli lalu selama lima hari. Bangkok-Phnom Penh kemudian menandatangani perjanjian perdamaian di Kuala Lumpur pada bulan Oktober setelah didesak oleh Trump dan Anwar Ibrahim selaku ketua ASEAN tahun ini.

Sedikitnya 48 orang tewas dan sekitar 300.000 orang mengungsi akibat perang Thailand-Kamboja pada Juli lalu.

(baca/baca)


Exit mobile version