Jakarta, Pahami.id —
Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk keras ledakan tersebut bom bunuh diri di sebuah masjid di ibu kota Islamabad, yang menewaskan puluhan orang pada Jumat (6/2).
Dalam keterangan resminya, Sharif menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang terjadi di masjid Syiah tersebut. Sharif juga “mengutuk keras” insiden yang melukai lebih dari 100 orang itu.
Sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid Syiah di Islamabad Jumat ini. Sejauh ini, 31 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 orang luka-luka telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Seorang perwira senior polisi Pakistan mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu terjadi setelah salat Jumat diadakan.
Seorang jurnalis foto AFP mengatakan puluhan korban luka dilarikan ke rumah sakit Institut Ilmu Pengetahuan Medis Pakistan (PIMS).
Juru bicara kepolisian ibu kota provinsi Islamabad, Taqi Jawad, mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab ledakan tersebut.
Ia juga menambahkan, tim forensik akan menentukan apakah kejadian tersebut dipicu oleh pelaku bom bunuh diri atau alat peledak rakitan.
Sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun kecurigaan awal mengarah pada kelompok militan seperti Taliban, Pakistan atau ISIS.
Sebelumnya, pada bulan November, seorang pembom bunuh diri melancarkan serangan di luar gedung pengadilan di Islamabad yang menewaskan 12 orang.
Serangan itu terjadi hampir seminggu setelah Tentara Pembebasan Baloch yang terlarang melancarkan serangkaian serangan di Balochistan, barat daya Pakistan, yang menewaskan sekitar 50 orang.
Militer Pakistan mengatakan pasukan keamanan yang merespons serangan itu juga menewaskan lebih dari 200 orang yang mereka gambarkan sebagai “teroris”.
(blq/rnp/dna)

