Jakarta, Pahami.id –
Perdana Menteri Mute Egede mengutuk rencana delegasi Amerika Serikat Kunjungi pulau itu Tanah penggembalaan.
Media Greenland SERMITSIAQ Pelaporan, Egede memberi label rencana itu adalah gerakan “sangat agresif” oleh pemerintah Donald Trump.
Delegasi AS yang akan berduka ke Greenland termasuk istri Wakil Presiden AS JD Vance, Ushha Vance dan penasihat keamanan AS Mike Waltz.
Pemerintah AS berpendapat bahwa tur AS berencana untuk “merayakan budaya dan persatuan Greenland,” disebutkan dari CNN.
Egede kemudian berasumsi bahwa kunjungan delegasi AS tidak lebih dari kekuatan negara untuk menutupi Greenland.
Presiden Trump bersikeras bahwa ia akan mengendalikan Greenland beberapa kali sebagai bagian dari AS.
“Apa yang akan dilakukan penasihat keamanan di Greenland? Satu -satunya tujuan adalah untuk menunjukkan kekuatan kita atas kita,” kata Egede.
Ambisi Trump untuk mengendalikan Greenland telah membuat komunitas internasional.
Trump dikatakan menargetkan beberapa sumber daya alam yang penting seperti minyak bumi, gas alam, untuk beberapa mineral penting di daerah yang masih di bawah Denmark.
Egede kemudian dengan jelas mengatakan itu tidak akan dekat dengan Trump.
Dia menganggap Presiden Trump tidak dapat diprediksi dan membuat banyak partai, terutama negara lain “tidak aman”.
“Hal -hal baru telah dilakukan oleh presiden AS yang membuat kami tidak ingin terlalu dekat dengan (seperti) seperti yang kami inginkan di masa lalu,” kata Egede dalam sebuah wawancara dengan Denmark Radio pada hari Senin (10/3).
“Ada tatanan dunia yang goyah di banyak bidang dan presiden Amerika Serikat yang sangat tidak terduga yang membuat orang merasa Tidak aman (Tidak aman), “tambahnya.
(BAC)