Jakarta, Pahami.id —
Anggota parlemen dari Partai Demokrat sibuk merencanakan untuk memboikot pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Capitol, Selasa (24/2) malam waktu AS atau Rabu (25/2) WIB.
Anggota parlemen tersebut antara lain Senator Chris Murphy dan Ruben Gallego, serta Pramila Jayapal dan Maxwell Frost dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Mereka akan menggelar acara di National Mall sebagai pertandingan. Sharlene Rochard, penyintas pelecehan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein, dikatakan menghadiri dan berbicara di acara tersebut.
Menurut kutipan yang dibagikan CNNGallego akan mengkritik Trump atas kebijakan imigrasinya selama acara tersebut.
“Trump telah mengubah ICE (badan imigrasi dan bea cukai AS) menjadi tentara pribadinya,” kata Gallego.
“Saya bertugas di Irak dalam situasi pertempuran bertekanan tinggi. Bahkan di sana, kami dilatih untuk meredakan ketegangan terlebih dahulu, bukan meningkatkannya. Mabuk dengan kekuasaan dan menembak terlebih dahulu bukanlah penegakan hukum. Ini adalah pembunuhan,” ujarnya dalam kutipan tersebut.
Partai Demokrat tahun ini rupanya memutuskan untuk memboikot pidato kenegaraan demi menjaga fokus. Tahun lalu, banyak orang kehilangan fokus karena emosi ketika mendengar pidato Trump.
Anggota Kongres Al Green tahun lalu dikeluarkan dari ruang dengar pendapat dan ditegur oleh anggota parlemen karena mengkritik Trump di tengah pidatonya. Anggota parlemen Melanie Stansbury dan beberapa orang lainnya juga meninggalkan ruang sidang setelah mengangkat spanduk bertuliskan: “Ini tidak normal”.
Sementara itu, para pemimpin Partai Demokrat dikabarkan tidak akan mendampingi Trump ke ruang pidato.
Bentuk protes ini bertentangan dengan praktik tradisional partai Demokrat dan Republik, yang secara formal mendampingi presiden ke ruang sidang.
Tahun lalu, Partai Demokrat melewatkan tradisi itu. Tahun ini mereka diperkirakan akan melakukannya lagi.
Pidato Trump diperkirakan akan membahas pendekatannya terhadap Iran. Iran dan AS berada di ambang perang karena pembicaraan nuklir kedua negara belum mencapai kesepakatan.
Trump telah mengerahkan dua kelompok kapal induk di sekitar Teheran untuk siap melancarkan serangan jika negosiasi gagal. Iran menegaskan akan menyerang balik dan menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah jika diserang.
(blq/rds)

