Jakarta, Pahami.id —
kata Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan TNI telah menyediakan tentara untuk Dewan Militer Perdamaian di GazaPalestina.
Pengerahan tentara hanya menunggu perintah Presiden Prabowo Subianto.
Jadi intinya kita sudah bersiap. Mabes TNI, Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita kapan saja berangkat. Tunggu saja perintah, koordinasi, kapan kita berangkat. Intinya kita siap, kata Donny di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/2).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi mengatakan jumlah prajurit yang dikirim akan ditentukan pada akhir bulan ini.
“Mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan Februari akan diputuskan berapa kontribusi TNI dari segi jumlah pasukan,” ujarnya.
Ia membuka kemungkinan bahwa prajurit yang dikirim merupakan prajurit yang mempunyai pengalaman sebagai pasukan penjaga perdamaian.
“Sampai saat ini ada beberapa opsi bagi kita untuk ikut aktif dalam perdamaian di Gaza. Kita pasti menunggu keputusan akhir bulan ini yang akan ditandatangani langsung oleh Presiden,” ujarnya.
Media Israel, KAN, sebelumnya memberitakan Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengirimkan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ke Jalur Gaza, Palestina, Senin (9/2).
Menurut laporan KAN yang dikutip Jerusalem Post, pasukan Indonesia mungkin akan berada di Gaza dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini bertepatan dengan rencana Presiden Donald Trump yang akan mengadakan pertemuan pertama negara-negara anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington pada 19 Februari.
Pada bulan November tahun lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengeluarkan resolusi yang mengusulkan agar Amerika Serikat membentuk BoP dan mengizinkan pengerahan pasukan ISF.
Dengan resolusi ini, BoP diberi wewenang untuk membentuk ISF yang dapat digunakan di bawah arahan badan tersebut.
(tahun/bulan)

