Jakarta, Pahami.id —
Amerika Serikat dikabarkan telah mengerahkan pasukan militernya secara besar-besaran ke beberapa wilayah di Eropa dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut situs War Zone, data pelacakan open source dan pengamat di lapangan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pesawat militer AS ke Eropa.
Lonjakan tersebut memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan misi operasi khusus AS di wilayah tersebut.
Pengerahan tersebut mencakup jet kargo C-17 Globemaster III, yang diyakini berisi helikopter, jet tempur AC-130J Ghostrider, serta pesawat turboprop operasi khusus yang belum teridentifikasi.
Dalam 36 jam terakhir, data pelacakan penerbangan online mencatat setidaknya ada 10 penerbangan C-17 berangkat dari Amerika menuju Eropa pada 3 Januari.
Setidaknya empat penerbangan berasal dari Fort Campbell, Kentucky, rumah bagi Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (160th SOAR) atau Night Stalkers, sebuah unit elit yang sering terlibat dalam operasi sensitif dan berisiko tinggi.
Night Stalkers sebelumnya memainkan peran kunci dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dalam Operasi Solusi Absolut.
Ada klaim bahwa beberapa helikopter 160 MH-47 Chinook dan MH-60M Black Hawk SOAR yang dimodifikasi secara ekstensif dijatuhkan dari C-17 dan terlihat di RAF Fairford, Inggris. Namun, belum ada bukti visual yang muncul untuk mengkonfirmasi hal ini.
“Seperti yang telah kami katakan berkali-kali sebelumnya, kami tidak mengomentari kegiatan operasional negara lain, termasuk penggunaan pangkalan di Inggris,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Inggris (MoD).
“Baik Kementerian Pertahanan maupun Royal Air Force (RAF) tidak akan mengomentari spekulasi mengenai apa yang dilakukan atau tidak dilakukan aset tersebut. [pangkalan AS di Inggris].”
SOAR ke-160 juga menolak menanggapi permintaan komentar.
Menurut pengamat lokal Andrew McKelvey yang membagikan foto pesawat tersebut, ia mengatakan setidaknya dua jet tempur AC-130J Ghostrider mendarat di RAF Mildenhall pada Minggu (4/1) dan masih berada di lokasi.
Komando Amerika di Eropa, yang mengawasi operasi militer Amerika di wilayah tersebut, menolak memberikan rincian spesifik mengenai jenis penerbangan tersebut.
“Komando Eropa AS secara rutin menjadi tuan rumah kunjungan pesawat (dan personel) militer AS sesuai dengan perjanjian akses, pangkalan, dan penerbangan dengan Sekutu dan mitranya,” kata komando tersebut melalui email pada Senin pagi.
“Mengingat keamanan operasional aset dan personel AS, rincian lebih lanjut tidak dapat dirilis saat ini,” lanjut pertanyaan tersebut.
Meski tujuan pengerahan ini belum bisa dipastikan, namun pola yang sama terjadi beberapa hari sebelum pelaksanaan Operasi Resolusi Absolut.
Pergerakan aset SOAR ke-160 sendiri bukanlah hal yang aneh, namun konteks geopolitik saat ini membuatnya menjadi sorotan.
Salah satu spekulasi besar mengaitkan pengerahan tersebut dengan potensi operasi untuk mencegat kapal tanker minyak mentah berbendera Rusia Marinera, yang dikenal sebagai Bella-1, yang telah dikerjakan oleh Penjaga Pantai selama sebulan terakhir.
Kapal tersebut merupakan bagian dari “armada bayangan” yang mengangkut minyak ke Rusia, Iran dan Venezuela untuk menghindari sanksi internasional.
Pemerintahan Trump menegaskan akan terus mencegat kapal tersebut. Upaya Penjaga Pantai untuk menaiki Marinera pada tanggal 20 Desember gagal setelah awak kapal menolak untuk bekerja sama.
Namun, pada Rabu (7/1), AS berhasil menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia yang sedang melintasi Samudera Atlantik.
Penyitaan itu terjadi setelah AS menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk memburu kapal yang aslinya bernama Bella 1 itu.
(rnp/bac)

