Kupang, Pahami.id —
Tim SAR gabungan belum menemukan korban hilang akibat kecelakaan tenggelam tersebut kapal wisata KM Putri Sakinah pada hari ke-14 pencarian akibat cuaca buruk, Kamis (8/1).
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan, operasi SAR akan dilanjutkan pada Jumat (9/1) ini, mulai pukul 07.00 hingga 12.00 Wita. Dikatakannya, setelah pukul 12.00 Wita seluruh tim pencari akan ditarik ke Labuan Bajo termasuk petugas di Posko SAR Pulau Padar.
Sebanyak 17 alat utama dan 178 personel akan dikerahkan untuk melaksanakan proses pencarian di hari terakhir operasi SAR atau hari ke-15.
Terkait pencarian hari ke-14 yang dilakukan tim SAR, hasil gabungan masih nihil, kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman dalam konferensi pers yang digelar di Posko SAR Kompleks Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Kamis malam lalu.
Pada pencarian hari ke-14 kemarin, kata Fathur, tim fokus di titik Pulau Padar, Pulau Serai, bahkan Pulau Komodo dengan mengerahkan 17 alat utama.
Dijelaskannya, tim SAR gabungan menemui beberapa kendala dalam pencarian, antara lain arus kencang dan cuaca buruk akibat hujan dan gelombang.
Fathur juga mengungkapkan, petugas sedang menyisir hutan bakau di Pulau Serai untuk mencari korban.
“Alasan pertimbangan kami adalah melakukan pencarian di kawasan mangrove [Pulau Serai] karena dia melihat arah arus,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, keluarga korban kapal karam juga melakukan penaburan bunga di sekitar lokasi kapal karam KM Putri Sakinah.
Keluarga korban juga melakukan aksi jalan kaki dan meletakkan bunga di lokasi kejadian, kata Fathur.
Sebelumnya kapal wisata KM. Putri Sakina yang membawa 11 penumpang yang terdiri dari empat awak kapal dan tujuh penumpang termasuk enam warga asing asal Spanyol dan seorang pemandu wisata asal Indonesia, tenggelam di perairan Selat Pulau Padar pada Jumat malam (26/12).
Segera setelah tenggelamnya kapal, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi tujuh orang yang selamat dan empat orang dinyatakan hilang, semuanya berkewarganegaraan Spanyol.
Dari penggeledahan yang dilakukan sejak kejadian tersebut, tim SAR gabungan telah menemukan total tiga orang korban, salah satunya adalah pelatih tim Sepak Bola Wanita Valencia B, Spanyol, Fernando Martin Carreras. Saat ini masih ada satu lagi korban yang dinyatakan hilang.
Dalam kasus kapal karam tersebut, polisi telah menetapkan nakhoda dan awak kapal sebagai tersangka.
Taman Nasional Komodo Dibuka
Selain itu, Taman Nasional Komodo telah membuka kembali layanan pelayaran wisata mulai Jumat (9/1). Sebelumnya, layanan kapal pesiar wisata ditutup total karena kondisi cuaca buruk.
Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto mengatakan, pemberitahuan resmi sudah didistribusikan sehari sebelumnya, dan proses pembuatan surat persetujuan pelayaran (SPB) sudah dibuka mulai Jumat malam ini.
Keputusan pembukaan kembali transmisi didasarkan pada analisis kondisi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Labuan Bajo.
Berdasarkan asesmen BMKG, kondisi cuaca dan laut di jalur pelayaran wisata tersebut dinyatakan aman pada Jumat, 9 Januari. Oleh karena itu, pelayaran wisatawan di Labuan Bajo akan kembali beroperasi mulai besok, dengan seluruh pihak wajib menaati aturan dan standar keselamatan yang tercantum dalam pengumuman resmi KSOP, kata Risdiyanto kepada CNNIndonesia.com di Labuan Bajo.
10 poin dilarang untuk pelayaran malam
Meski demikian, Risdiyanto menegaskan, pelayaran pada malam hari tetap dilarang di 10 wilayah perairan yang ditetapkan sebagai zona berbahaya, sebagaimana tercantum dalam pemberitahuan yang dipublikasikan.
Pembukaan pelayaran tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk membantu memulihkan aktivitas usaha para pelaku pariwisata yang terganggu akibat penutupan tersebut.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mendukung pencarian korban tenggelamnya KLM Putri Sakinah.
“Kami menduga mungkin ada diantara korban yang terapung di permukaan air. Dengan keterlibatan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di laut, diharapkan cakupan pencarian dapat diperluas dan korban dapat cepat ditemukan,” imbuhnya.
(ely/lou/anak-anak)

