Jakarta, Pahami.id —
Presiden Prabu Subianto mengatakan bahwa RI akan berpartisipasi Dewan Perdamaian (Dewan Perdamaian) diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagai peluang perdamaian di Gaza.
Tekad RI untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian diperkuat melalui penandatanganan komitmen yang dilakukan oleh Prabowo, dan disaksikan langsung oleh Trump di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1) waktu setempat.
Ini adalah kesempatan bersejarah. Ini benar-benar kesempatan untuk mencapai perdamaian di Gaza, kata Prabowo usai penandatanganan komitmen Dewan Perdamaian, seperti dikutip dari Sekretariat Presiden YouTube.
“Yang jelas penderitaan masyarakat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan kemanusiaan yang masuk sudah banyak sekali. Saya sangat berharap Indonesia siap berpartisipasi,” tambah Presiden.
Pengumuman RI ikut serta dalam Dewan Perdamaian sebelumnya disampaikan melalui unggahan di akun resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Dalam unggahan tersebut, selain Indonesia, terdapat tujuh negara lain yang juga ikut serta dalam Dewan Perdamaian antara lain Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Negara lain yang juga setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian antara lain Maroko, Israel, Bahrain, Belarus, Kanada, Hongaria, Argentina, Kazakhstan, dan Uzbekistan.
Dewan Perdamaian merupakan salah satu usulan Trump, sebagai bagian dari rencana gencatan senjata tahap kedua di Gaza.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendukung rencana tersebut pada bulan November 2025, dengan mandat bagi dewan tersebut untuk mengawasi demiliterisasi dan rekonstruksi Jalur Gaza.
Meski demikian, Trump disebut-sebut punya rencana jangka panjang.
Dalam rancangan piagam Dewan Perdamaian, badan tersebut digambarkan sebagai “organisasi internasional” yang mempromosikan stabilitas, perdamaian dan pemerintahan “di wilayah yang terkena dampak atau terancam konflik”.
Berdasarkan piagam tersebut, Trump akan menjabat sebagai ketua dewan tersebut tanpa batas waktu, dan dapat memegang jabatan tersebut setelah masa jabatannya sebagai Presiden AS.
(Dna)

