Jakarta, Pahami.id —
Kepala keamanan nasional IranAli Larijani, dicap sebagai Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sekutu dekatnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah pembunuh rakyat yang sebenarnya.
Serangan verbal tersebut diungkapkan Larijani dalam postingan di akun X miliknya yang juga tertaut dengan postingan Trump di Truth Social.
Pernyataan itu disampaikan saat Iran menghadapi demonstrasi berdarah besar-besaran melawan pemerintah yang kini telah menewaskan lebih dari 600 orang.
Sementara itu, Teheran menuduh AS berada di balik kekacauan demonstrasi publik di Iran.
“Kami memutuskan nama pembunuh rakyat Iran: 1. Trump. 2. Netanyahu,” ujarnya di X.
Dalam postingannya di Truth Social, Trump menyerukan demonstrasi lebih lanjut di Iran.
“Lanjutkan demonstrasi, ambil alih institusi! Selamatkan mereka dari pembunuh dan penjagal,” katanya.
Trump kemudian mengakui bahwa dia telah membatalkan semua pertemuan dengan para pejabat Iran sampai pembunuhan terhadap pengunjuk rasa berhenti.
Selama beberapa minggu terakhir, demonstrasi besar-besaran mengguncang hampir setiap wilayah di Iran.
Awalnya warga protes karena inflasi yang tinggi, namun kemudian tuntutan menyebar hingga memaksa pemerintahan Ali Khamenei mundur.
Di tengah situasi ini, pihak berwenang Iran menggunakan kekerasan berlebihan terhadap para pengunjuk rasa. Hingga saat ini, menurut pengawas hak asasi manusia yang berbasis di AS, lebih dari 2.000 orang telah meninggal.
Khamenei juga menuduh demonstrasi tersebut disusupi oleh para pendukung Amerika Serikat. AS juga disebut siap menyerang Iran dengan dalih mendukung kebebasan rakyat negara tersebut.
(isa/rds)

