Site icon Pahami

Berita PDIP Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Usulkan E-Voting

Berita PDIP Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Usulkan E-Voting


Surabaya, Pahami.id

Sekretaris Utama (Sekretaris Jenderal) PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan partainya menolak keras wacana pemilihan bupati (Pilkada) melalui DPRD.

PDIP, lanjut Hasto, terus mendukung pelaksanaan pilkada langsung dimana masyarakat langsung memilih calon bupati. Selain itu, kata Hasto, mereka juga menyarankan pemungutan suara secara elektronik atau e-voting.

Hasto mengatakan, PDIP mengambil sikap untuk mempertahankan pemilu provinsi secara langsung. Keputusan ini diambil setelah mendengarkan aspirasi masyarakat dan rekomendasi rapat kerja nasional partai.


Setelah PDI Perjuangan mendengarkan aspirasi masyarakat, kemudian seluruh struktur partai di seluruh Indonesia melalui Rakernas pertama mengusulkan pilkada langsung, itulah sikap politik PDIP, kata Hasto di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/1).

PDIP, kata Hasto, meyakini pemilu langsung juga merupakan amanat reformasi 1998 yang menjamin kedaulatan rakyat. Selain itu, kata Hasto, pilkada langsung juga memperkuat legitimasi pemimpin daerah.

Hal ini karena komitmen terhadap amanah reformasi, dan juga aspek kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya secara langsung. Hal ini juga akan memperkuat legitimasi Kepala Daerah, ujarnya.

Sistem pilkada langsung, kata Hasto, memberikan kepastian hukum mengenai masa jabatan kepala daerah.

Dengan legitimasi yang kuat dari rakyat, seorang pemimpin daerah tidak akan mudah digulingkan oleh parlemen dan mempunyai tanggung jawab moral yang besar untuk memenuhi janji kampanyenya selama lima tahun menjabat.

Solusi atas keluhan mahalnya biaya pilkada

Menanggapi keluhan mahalnya biaya pilkada langsung, PDIP pun menawarkan solusi teknologi berupa e-voting.

Kata Hasto, ide ini sudah digagas sejak lama oleh Pemimpin Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga dikenal sebagai Presiden kelima RI. Hasto mengatakan, gagasan Megawati mencerminkan keberhasilan negara lain seperti India.

pemungutan suara elektronik Ini merupakan keberhasilan yang diperjuangkan PDIP. Sebenarnya kita sudah melakukan simulasi, karena 10 tahun terakhir Bu Megawati mencoba melihat bagaimana India bisa melakukannya. pemungutan suara elektronik“, maka kita juga harus bisa memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki negara kita,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Hasto mengatakan PDIP mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi nasional untuk menciptakan sistem yang efisien dan murah tanpa mengorbankan integritas pemilu.

“Misalnya melibatkan pihak universitas untuk merancang sistem e-voting agar biayanya bisa semurah mungkin,” ujarnya.

Selain itu, PDIP juga menekankan pentingnya integritas dan netralitas penyelenggara untuk menekan biaya politik yang dinilai mahal.

“Di sini integritas penyelenggara pemilu, netralitas sangat penting. Penegakan hukum untuk mencegah praktik tersebut politik uangmembatasi biaya kampanye, tidak ada mahar politik untuk mendapatkan rekomendasi,” ujarnya.

Sejauh ini, dari delapan partai pengusung kursi DPR, hanya PDIP yang menolak gagasan pilkada tidak langsung melalui DPRD. Dari delapan partai tersebut, PDIP juga menjadi satu-satunya partai yang saat ini berada di luar koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

(frd/anak)


Exit mobile version