Site icon Pahami

Berita PDIP Siapkan Kebijakan Selamatkan Bumi dari Kerusakan Lingkungan

Berita PDIP Siapkan Kebijakan Selamatkan Bumi dari Kerusakan Lingkungan


Jakarta, Pahami.id

Perjuangan PDI mengungkapkan bahwa dia akan membuat kebijakan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan. Langkah ini merupakan respons terhadap bencana hidrometeorologi di Sumut pada akhir tahun lalu.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menekankan pada kerusakan ekologi.


“PDI Perjuangan memikul tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, termasuk generasi muda, untuk bersatu agar bencana di Sumatera benar-benar menyadarkan kita semua akan pentingnya menjaga tanah air,” kata Hasto di Beach City International Stadium, Jakarta, Sabtu (10/1).

Oleh karena itu, melalui Rakernas pertama ini, PDI Perjuangan juga akan merumuskan kebijakan bagaimana kita menyelamatkan Bumi, tambahnya.

Mengutip pidato Megawati, Hasto mengatakan kelompok yang paling merasa cemas terhadap bencana ekologi adalah generasi muda. Mereka dikatakan hidup dalam ketidakpastian dan menatap masa depan dengan cemas.

Katanya, banyak anak muda yang merasa generasi sebelumnya gagal menjaga bumi dan masa depan terlihat lebih menakutkan dibandingkan hari ini.

Hasto menyoroti pernyataan Megawati dalam pidatonya yang banyak berbicara tentang kemampuan seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dan menjaga lingkungan.

Bagaimana partai, bagaimana seluruh masyarakat Indonesia bisa bersama-sama membangun kesadaran agar pemerintah bersama seluruh jajaran pemerintahan negara bisa menghasilkan kebijakan politik untuk menyelamatkan seluruh ekosistem dan ekologi sekitar, ujarnya.

Karpet merah deforestasi

Terpisah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut bencana seperti banjir di Sumatera bukan hanya karena alam, tapi juga ulah manusia.

Megawati mengatakan, banjir yang melumpuhkan kota-kota di Sumatera dan menewaskan ribuan orang merupakan akibat dari penebangan hutan untuk dijadikan lahan eksploitasi.

Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat Indonesia harus berani jujur ​​bahwa perusakan alam, termasuk penggundulan hutan, “dilembagakan oleh kebijakan.”

“Peraturan perundang-undangan yang memberikan karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi terjadinya deforestasi, perampasan lahan, dan perusakan ekosistem,” kata Mega dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-53 PDIP dan Rakernas I Tahun 2026 di Stadion Internasional Beach City, Sabtu (10/1).

“Atas nama pembangunan, manusia dikesampingkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, tapi pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban,” imbuhnya.

Menurut Mega, kawasan hulu yang seharusnya menjadi daerah resapan air kini berubah menjadi kawasan eksploitasi.

“Hutan asli dan wilayah adat dirampas, dibuka secara besar-besaran, kemudian digantikan dengan tanaman monokultur yang akarnya dangkal dan kemampuan ekologinya buruk,” kata Mega.

“Ini adalah krisis peradaban ekologi – ketika manusia memposisikan dirinya sebagai penguasa alam, bukan sebagai bagian dari kesatuan hidup,” tambahnya.

(lom/chri)


Exit mobile version