Jakarta, Pahami.id —
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah ditambahkan Israel masuk daftar hitam karena kekerasan seksual di zona konflik.
Pelapor khusus PBB untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, Reem Alsalem, mengatakan keputusan ini sudah lama tertunda.
“Entri ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama,” kata Alsalem kepada X, seperti dikutip Al Jazeera.
“Saya sebelumnya menyatakan kekecewaan saya karena Israel tidak terdaftar, mengingat kekerasan seksual yang sistematis, berskala besar dan mengerikan yang dilakukan Israel terhadap perempuan, laki-laki dan anak-anak Palestina yang telah didokumentasikan dan diverifikasi secara independen,” tambahnya.
Menanggapi keputusan PBB tersebut, Israel geram dan menyatakan tindakan PBB tersebut berlebihan. Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengecam hal tersebut.
“Keputusan untuk memasukkan Israel ke dalam daftar hitam dan menuduh kami menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang adalah keputusan yang keterlaluan,” kata Danon.
“Sekjen dan timnya terus menyebarkan kebohongan terhadap Israel. Menempatkan kami dan teroris Hamas dalam daftar yang sama tidak dapat diterima,” tambahnya.
Kementerian Luar Negeri Israel pun menyatakan kemarahannya atas laporan PBB tersebut.
“Keputusan PBB yang memalukan dan tidak masuk akal untuk memasukkan entitas Israel ke dalam lampiran laporannya mengenai kekerasan seksual terkait konflik adalah bukti lebih lanjut dari sifat PBB yang sebenarnya: sebuah organisasi yang terpolitisasi dan korup yang telah meninggalkan prinsip-prinsip pendiriannya dan secara sistematis menargetkan Israel sebagai misi utamanya,” tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Oren Marmorstein.
Agustus lalu, PBB mengutip informasi yang dapat dipercaya bahwa Israel melakukan kekerasan seksual terhadap tahanan Palestina di penjara dan pusat penahanan lainnya.
Warga Palestina yang berada di penjara-penjara Israel telah lama mengungkapkan bagaimana mereka menderita perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh penjaga dan tentara, termasuk penyiksaan dan kekerasan seksual.
Sebuah laporan dari Konsorsium Perlindungan Tepi Barat bulan lalu juga menemukan kekerasan seksual dan bentuk pelecehan berbasis gender lainnya yang dilakukan oleh pemukim dan tentara Israel terhadap warga Palestina.
(dna/bac)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

