Site icon Pahami

Berita PBB Buka Suara soal 9 WNI Ditangkap Israel, Desak Segera Dibebaskan

Berita PBB Buka Suara soal 9 WNI Ditangkap Israel, Desak Segera Dibebaskan


Jakarta, Pahami.id

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) buka suara tentang sembilan warga negara Indonesia (warga negara Indonesia) ditangkap oleh Israel dari armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, Armada Sumud Global (GSF).

Juru bicara OHCHR Ravina Shamdasani mengaku khawatir setelah ratusan aktivis armada yang menuju Gaza ditangkap pasukan Zionis di perairan internasional di Laut Mediterania.

“Israel harus menjamin hak-hak aktivis armada yang berada dalam tahanannya dan segera membebaskan semua yang ditahan secara sewenang-wenang,” kata Shamdasani. CNNIndonesia.comRabu (20/5).


Shamdasani juga mengatakan tindakan tentara Israel melanggar hukum internasional.

Seorang juru bicara OHCHR menekankan bahwa pejabat Israel yang menggambarkan aktivis damai sebagai pendukung terorisme, menindas aktivis di laut lepas, serta mengkriminalisasi pengiriman bantuan yang menyelamatkan jiwa, adalah hal yang “tidak dapat diterima.”

Ia menekankan bahwa Israel harus mengakhiri blokade terhadap Gaza dan segala pembatasan yang tidak dapat dibenarkan terhadap bantuan kemanusiaan yang masih sangat dibutuhkan di Gaza.

Hingga Rabu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang membenarkan sembilan WNI anggota armada GSF ditangkap tentara Israel.

Berdasarkan informasi terkini (07.13 WIB), 9 (sembilan) WNI yang tergabung dalam Konvoi Perdamaian Global Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, semuanya dilaporkan ditangkap oleh Israel, kata Yvonne dalam keterangannya.

Yvonne mengatakan Kementerian Luar Negeri RI bersama Perwakilan RI terkait terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan perlindungan terhadap kesembilan WNI tersebut.

Yvonne menegaskan, Indonesia kembali mendesak pemerintah Israel untuk segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

Kata dia, pemerintah Indonesia terus melakukan dialog dengan negara terkait lainnya untuk mendapatkan pembebasan WNI tersebut. Sebab, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

“Tentunya kami akan terus mengoptimalkan seluruh saluran komunikasi diplomatik untuk mengamankan pembebasan WNI termasuk dengan memperkuat koordinasi dengan negara-negara yang warga negaranya juga tergabung dalam GSF dan terkena dampak penangkapan tersebut,” kata Yvonne dalam keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia pada hari Selasa.

Beberapa negara yang akan menjadi perantara Indonesia untuk bernegosiasi dengan Israel adalah Türkiye dan Yordania.

(isa/dna)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version