Site icon Pahami

Berita Pasukan Elite IRGC Iran Latihan Militer Besar, Siaga Serangan AS


Jakarta, Pahami.id

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sedang melakukan latihan militer skala besar di sepanjang pantai selatan negara itu, di tengah ketegangan dengan Iran Amerika Serikat.

Latihan tersebut melibatkan penggunaan drone mikro dan rudal jelajah, di saat negosiasi nuklir kedua negara masih berlangsung.

Kantor berita Lelucon Diberitakan bahwa dalam latihan tersebut rudal Rezvan dikatakan dapat mengidentifikasi sasaran dan kemudian mengarahkan drone bunuh diri Shahed 136 untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.


Angkatan Darat IRGC juga melakukan simulasi operasi untuk mencegah musuh mendekati garis pantai, menggunakan tembakan artileri peluru dan serangan darat ke laut.

Dilansir Anadolu Agency, beberapa unit mengikuti Latihan Gabungan 1404 yang digelar untuk meningkatkan “kesiapan tempur” dalam menghadapi ancaman.

Komandan Pasukan IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menyatakan seluruh pasukan melakukan sejumlah tindakan yang telah dirancang di berbagai sektor, antara lain rudal, artileri, drone, pasukan khusus, baju besi, dan mesin.

Sementara itu, Komandan Senior IRGC Mohammad Hadi Sefidchian menambahkan bahwa tindakan pertahanan pasif juga digunakan dalam peperangan elektronik.

Latihan ini dilakukan seminggu setelah Angkatan Laut IRGC menggelar manuver besar di Selat Hormuz di bawah pengawasan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.

Sebelumnya, Kamis pekan lalu, unit rudal Angkatan Darat IRGC menguji sistem rudal baru dengan jangkauan bervariasi.

Ketegangan di kawasan terus meningkat seiring dengan pengerahan kapal induk dan pesawat pembom AS ke kawasan Teluk Persia.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa jika perundingan nuklir gagal mencapai kesepakatan, Washington akan mempertimbangkan opsi militer.

Putaran ketiga perundingan nuklir AS-Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada hari Kamis. Iran diperkirakan akan menyampaikan rencana program nuklirnya kepada AS.

Diplomasi tetap berjalan meski ketegangan masih ada. Kedua belah pihak menyatakan siap jika terjadi konfrontasi militer.

(rnp/dna/bac)


Exit mobile version