Jakarta, Pahami.id —
Kedutaan Palestina di Indonesia mengecam pembajakan dan penculikan relawan termasuk aktivis dan jurnalis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF).
“Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia mengutuk keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan pasukan pendudukan terhadap peserta Resolute Global Flotilla (Global Sumud Flotilla/ Asfuthur Ash-Shumud) yang merupakan pahlawan pembela hak asasi manusia, keadilan dan hukum internasional,” demikian keterangan resmi Kedutaan Besar Palestina/5 Selasa (19).
Kedutaan Besar Palestina juga memastikan seluruh peserta acara ini akan selalu siap, khususnya saudara-saudara se-Indonesia. Mereka berharap WNI yang ditahan bisa selamat.
“Dan kami berdoa kepada Allah SWT agar mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” lanjut KBRI Kemlu.
Lebih lanjut, Kedutaan Besar Palestina menyatakan tidak terkejut dengan tindakan tentara Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Pasukan Zionis membunuh anak-anak dan wanita hamil di Jalur Gaza, menghancurkan rumah warga, merampas tanah di West Hat, menebang pohon, mencuri hasil panen, serta membakar dan menjarah properti warga Palestina.
Mereka kemudian mengutuk tindakan kriminal tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk kejahatan yang dilakukan oleh tentara Israel atau pemukim ilegal tidak akan menggoyahkan ketabahan rakyat Palestina.
Sebaliknya, hal ini justru menambah kekuatan dan tekad kita untuk terus mempertahankan tanah air dan melanjutkan perlawanan hingga Palestina dan seluruh tempat suci Islam dan Kristen dibebaskan, lanjut pernyataan Kedutaan Besar Palestina.
Dalam kesempatan itu, Kedutaan Besar Palestina menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan selama ini.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk invasi dan pendudukan Israel di negara tersebut.
“Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, Tuan Prabowo Subianto, bersama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia atas segala bentuk dukungan yang telah dan terus diberikan secara historis kepada bangsa kita,” pungkas KBRI Palestina.
Pasukan Israel menyerang dan mencegat armada kapal GSF di perairan internasional pada Senin pagi. Mereka menahan ratusan relawan termasuk lima warga negara Indonesia (WNI) yang berlayar menerobos blokade Israel.
Kelima orang Indonesia tersebut adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Hurricane, Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV, Rahendro Herubowo, jurnalis iNews, dan Andi Angga Prasadewa, aktivis Rumah Zakat.
Mereka ditangkap tentara Israel saat pelayaran Konvoi Perdamaian Global Indonesia (GPCI). GPCI merupakan forum atau delegasi nasional dari Indonesia yang menjadi bagian dari inisiasi GSF.
Situs GSF yang melacak lokasi armada tersebut menunjukkan beberapa kapal telah dicegat di sebelah barat Siprus.
GSF kemudian meminta pemerintah dunia untuk bertindak sekarang guna menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan yang bertujuan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza.
(isa/bac)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

