Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam tarif impor hingga 200 persen pada anggur dan sampanye Prancis, untuk memaksa Presiden Emmanuel Macron untuk bergabung Dewan Perdamaian atau Dewan Perdamaian.
Prancis sebelumnya dilaporkan menolak undangan AS untuk menjadi bagian dari Dewan Perdamaian.
Ketika ditanya oleh seorang wartawan tentang keengganan Macron, Trump mengatakan tidak ada yang menginginkan Macron karena dia akan segera meninggalkan jabatannya.
“Saya akan mengenakan tarif 200% untuk anggur dan sampanyenya, dan dia akan menyetujuinya, namun dia (Macron) tidak harus menyetujuinya,” ujar Trump, seperti dilansir Reuters.
Awal pekan ini, sumber yang dekat dengan Presiden Macron mengatakan undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian diberikan atas nama Trump. Namun, pemerintah Prancis menolak memberikan tanggapan lebih lanjut.
“(Prancis) pada tahap ini tidak bermaksud memberikan tanggapan positif terhadap undangan AS,” kata sumber itu.
Sumber tersebut juga menyinggung piagam Dewan Perdamaian yang ada, yang dianggap sudah melampaui kerangka Gaza.
“Piagam ini menimbulkan pertanyaan besar, terutama mengenai penghormatan terhadap prinsip dan struktur PBB, yang bagaimanapun juga tidak boleh dipertanyakan,” tambahnya.
Trump awalnya mengusulkan pembentukan Dewan Perdamaian, untuk mengakhiri agresi Israel di Gaza.
Namun, dalam undangan yang ia kirimkan kepada para pemimpin negara minggu lalu, telah diuraikan secara garis besar perang Dewan Perdamaian untuk mengakhiri konflik secara global.
Menurut dokumen yang dilihat oleh Reuters, piagam Dewan Perdamaian yang dikirim ke sekitar 60 negara oleh pemerintah AS menyerukan kepada anggota yang ingin bergabung untuk menyumbangkan uang tunai sebesar US$1 miliar jika mereka ingin keanggotaannya bertahan lebih dari tiga tahun.
(dna/bac)

